SUARA INDONESIA

Solidaritas, Korpri Purworejo Berikan Tali Asih kepada PNS Purna Tugas

Widiarto - 22 October 2021 | 11:10
Pemerintahan Solidaritas, Korpri Purworejo Berikan Tali Asih kepada PNS Purna Tugas

PURWOREJO - Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kembali menunjukan kepedulian dan solidaritasnya kepada para PNS yang telah purna tugas. Hal ini dibuktikan dengan telah terlaksananya pemberian tali asih dan bimtek kewirausahaan yang ke 19 kalinya.

Acara itu digelar di kantor KORPRI Purworejo, pada Jum'at (22/10/2021).

Ketua DP KORPRI Purworejo, Sukmo Widi Harwanto, menjelaskan, bahwa pemberian tali asih periode hingga januari 2021 ini diberikan kepada 105 orang. Sebanyak 50 orang diberikan hari ini dan sisanya dibagikan pada Senin (25/10/2021) di aula Kantor KORPRI. Sehingga jumlah penerima secara keseluruhan telah mencapai 2.174 orang dengan total anggaran Rp. 1.087.000.000.

Menurutnya tali asih yang diberikan sangatlah tidak sebanding dengan jasa-jasa dan perjuangan yang telah ditorehkan oleh para PNS purna tugas, namun itulah kemampuan keuangan KORPRI yang berasal dari anggota untuk anggota.

"Untuk itulah sekali lagi kami mohon maaf, hanya ini yang dapat kami berikan serta piagam penghargaan untuk kenang-kenangan bapak/Ibu selama bertugas," kata Sukmo.

Lebih lanjut dikatakan, pada kegiatan ini juga dilaksanakan bimtek kewirausahaan, yang diharapkan dapat sebagai bekal untuk purna tugas PNS, agar mampu memanfaatkan peluang usaha yang ada.

Selain itu diharapkan juga menjadikan tambahan semangat untuk mengisi hari-hari  setelah purna tugas sambil momong anak cucu dirumah.

Menurutnya, purna tugas itu hanyalah istilah  karena sudah mencapai batas maksimal secara administratif  dan aturan yang berlaku. Namun sejatinya pengabdian akan terus tetap bisa dilakukan untuk mendharma bhaktikan jiwa raga  kepada bangsa, negara dan masyarakat.

"Bagi para PNS yang purna tugas saya berharap untuk bisa kembali ke masyarakat dengan baik. Tetap mengabdikan diri sebaik-baiknya walaupun konteksnya sudah berbeda dengan   kedinasan. Walaupun sudah purna, biasanya jenengan tetap menjadi tokoh masyarakat. Jadi tetaplah jadi teladan yang baik bagi masyarakat," pesannya.

Pewarta : Widiarto
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV