SUARA INDONESIA

Ditinggal Orang tua Meninggal karena Covid-19, Anak-anak Yatim di Purworejo dapat Santunan

Widiarto - 23 November 2021 | 14:11
Pemerintahan Ditinggal Orang tua Meninggal karena Covid-19, Anak-anak Yatim di Purworejo dapat Santunan

PURWOREJO - Sejumlah anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat covid-19 di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mendapat santunan dari Baznas Provinsi Jawa Tengah dan Dinas P3AP2KB Provinsi Jawa Tengah.

Santunan itu diserahkan oleh bupati Purworejo, Agus Bastian di ruang Bagelen komplek kantor bupati, pada Selasa (23/11/2021).

Nampak hadir dalam acara itu Wakil Ketua Baznas Provinsi Jawa tengah, H Solikhul Huda, Ketua Basnaz Kabupaten Purworejo KH Ahmad Hamid AK, Sekretaris DinsosdukKBPPPA Kabupaten Purworejo Widyowati, Kepala Bagian Kesra Setda Purworejo, Fatkhurohman, Kabag Humas dan Protokol Rita purnama, serta para pengasuh anak yatim, piatu dan yatim piatu.

Bupati Purworejo, Agus Bastian, menyampaikan terimakasih kepada Baznas Provinsi Jawa Tengah dan Dinas P3AP2KB Provinsi Jawa Tengah, atas perhatian yang diberikan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu, yang orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19. Diharapkan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban anak-anak yang ditinggalkan orangtua untuk selamanya.

“Saya berharap bantuan ini tidak dilihat dari bentuk atau nominalnya, namun sebagai salah satu bentuk tali asih kita kepada yang membutuhkan,” katanya.

Dikatakan bahwa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama 2 tahun, benar-benar telah memporak porandakan berbagai sendi kehidupan manusia. Perekonomian menjadi terpuruk, pendidikan tidak terselenggara secara optimal, destinasi wisata ditutup sehingga berdampak bagi para pelaku pariwisata dan sebagainya.

“Banyak orang yang kehilangan orangtua, suami, istri, anak, saudara, sahabat akibat terpapar wabah yang mengerikan ini. Banyak anak-anak yang menjadi yatim, piatu, atau bahkan yatim piatu akibat orang tuanya meninggal direnggut Covid-19,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia menandaskan bahwa kepedulian kita semua sangat dibutuhkan untuk membantu mereka yang terdampak pandemi, agar dapat melanjutkan hidup dan kehidupannya. Masyarakat diharapkan turut memberi bantuan baik moril dan meterial kepada anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya. Peran masyarakat sekitar sangat penting lantaran anak-anak sangat rentan terhadap masalah mental yang bisa berdampak jangka panjang.

Pemerintah sendiri menurutnya, tidak tinggal diam dan selalu berusaha hadir di tengah warganya yang membutuhkan bantuan.

“Kepada anak-anakku, saya berpesan untuk tidak larut dalam kesedihan apalagi sampai berputus asa. Kalian harus tetap semangat belajar dan berjuang untuk meraih masa depan yang gemilang. Jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, sebagai ikhtiar agar terhindar dari wabah ini,” pesannya.

Wakil Ketua Baznas Provinsi Jawa tengah H Solikhul Huda menegaskan perlunya kerjasama dan silaturahmi yang baik antara Baznas provinsi atau kabupaten/kota dengan perangkat daerah. Dengan komunikasi yang baik maka sumber pendanaan untuk Baznas akan semakin meningkat, sehingga lebih banyak kegiatan utamanya menyangkut pengentasan kemiskinan yang dapat dilakukan.

“Kami berharap kepada para pengasuh agar mendidik, merawat anak yatim, piatu dan yatim piatu ini sebaik-baiknya dan terus menanamkan nilai nilai keagamaan, terus menyemangati anak anak  agar tidak putus asa dalam menggapai cita citanya,” pesannya.

Ia juga menginformasikan bahwa Baznas
Provinsi Jawa Tengah menjadi Baznas yang memiliki pemasukan terbanyak se- Indonesia. Setiap tahunnya ada dana masuk kurang lebih Rp 60 milliar.

“Itu semua tidak lepas dari dukungan Bapak Gubernur dan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah, hal itu semoga yang bisa juga diaplikasikan di Baznas Kabupaten Purworejo,” harapnya.

Pewarta : Widiarto
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV