SUARA INDONESIA

Kominfo Kembangkan Transformasi Digital untuk Petambak Udang Purworejo

Widiarto - 25 November 2021 | 18:11
Pemerintahan Kominfo Kembangkan Transformasi Digital untuk Petambak Udang Purworejo

PURWOREJO - Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, merupakan salah satu kabupaten yang berada dibagian selatan Jawa yang wilayahnya langsung berhadapan dengan samudra Hindia dan memiliki garis pantai sepanjang 22 km, sehingga punya potensi yang cukup besar di bidang kelautan dan perikanan.

Salah satu potensi dari pendapatan sektor perikanan yang cukup besar di Purworejo yaitu sektor tambak udang.

Guna mendukung hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan JALA Tech mengembangkan transformasi digital untuk petambak udang. 

Program ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis pada setiap rantai nilai perikanan melalui pemanfaatan teknologi digital yang menargetkan nelayan budidaya (Petambak) di Kabupaten Purworejo.

Pada tahun 2021, program tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi yaitu, Kabupaten Purworejo, Banyuwangi dan Pemalang.

"Gerakan Petambak Digital 4.0 di Kabupaten Purworejo telah diimplementasikan sejak pertengahan tahun 2021. Kegiatan ini memfokuskan pada pemanfaatan teknologi digital dalam rantai nilai Teknik Pemeliharaan dan Budidaya melalui pemanfaatan teknologi IoT melalui alat pengukur kualitas air yang dapat memberikan informasi secara real time seperti temperature, PH, Oksigen (DO bubble). Parameter-parameter tersebut dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan tambak secara lebih presisi sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan produktifitas hasil panen," ungkap Koordinator Inisiatif Digital Sektor Strategi I Kementerian Komunikasi dan Informatika Wijayanto, saat ditemui usai kegiatan panen tambak digital dilapangan Desa Jogoresan, Kecamatan Purwodadi, pada Kamis (25/11/2021).

Disampaikan, program panen petambak digital di Purworejo sudah berjalan selama enam bulan dengan hasil yang memuaskan berkat tranformasi digital yang sudah mulai dijalankan.

Menurutnya Kominfo telah merancang beberapa inisiasi digitalisasi pada enam sektor strategis, salah satunya di sektor maritim.

Sektor strategis maritim diklasifikasikan ke dalam dua macam proses yaitu perikanan tangkap dan perikanan budidaya. 

"Adapun rangkaian program ini dimulai sejak penerapan teknologi Internet of Things (IoT) alat kualitas air, pendampingan petambak dalam penggunaan teknologi digital, hingga pengambilan baseline data petambak setempat untuk bisa membantu memberikan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Upaya ini dilakukan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia pada Agustus 2020 lalu tentang peningkatan infrastruktur digital, transformasi digital di sektor-sektor strategis, percepatan integrasi pusat data nasional, kebutuhan SDM talenta digital, dan skema regulasi pembiayaan transformasi digital," jelasnya.

Panen Petambak Digital 4.0 terselenggara atas kerjasama yang baik dari berbagai stakeholder seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Daerah, Akademisi, Startup Digital, dan peran serta aktif dari petambak daerah setempat.  

"Panen Petambak Digital 4.0 merupakan upaya dari Kementerian Kominfo sebagai fasilitator dan akselerator dalam meningkatkan adopsi teknologi digital di sektor maritim sebagai langkah untuk mewujudkan Indonesia yang siap menjadi negara digital dan turut andil dalam akselerasi perekonomian global," ujarnya.

Sementara itu, Pakar perikanan dari JALA Tech Adi Nusa Patria, mengatakan, JALA Tech saat ini telah mendampingi sekitar 38 kolam dari 27 petambak di Purworejo.

Pendampingan dilakukan dengan hasil penelitian, sementara ada beberapa kolam yang dapat menghasilkan 1,1 kg  per meter persegi nya artinya 11 ton per hektar. 

"Baru berjalan 2 siklus progam kami di Purworejo dan rencananya tidak berhenti, kita berencana membangun sentra dengan melibatkan unsur-unsur terkait dengan petani tambak," katanya. 

Menurutnya, petambak cukup mudah untuk mendapatkan aplikasi itu, dengan cara mendonwload melalui play store, petambak bisa menikmati berbagai layanan tentang panen tambak digital melalui aplikasi JALA Tech.

Mewakili Bupati Purworejo, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Budi Harjono, menyampaikan, untuk bidang perikanan tangkap laut di Purworejo punya 5 TPI dengan jumlah perahu sebanyak 152 unit dan 776 nelayan.

Sedangkan budidaya air payau  potensi yang dikembang oleh masyarakat adalah budidaya udang vannamei.

"Luas lahan budidaya udang di Purworejo tercatat kurang lebih seluas 400 Ha di tiga kecamatan yaitu Grabag, Ngombol dan Purwodadi. Jenis udang yang dibudidayakan adalah jenis udang vannamei yang telah dimulai sejak tahun 2010 menggunakan aplikasi tambak mulsa dengan teknologi semi intensif dan intensif. Budidaya udang itu cocok dikembangkan di Purworejo selatan yang memiliki struktur tanah pasir," ucapnya.

Dirinya menambahkan produksi udang vannamei di Purworejo pada tahun 2020 kurang lebih mencapai 2.798 ton dengan nilai lebih dari Rp 147 miliyar.

"Dampak positif yang dirasakan adanya budidaya udang vannamei yang mampu membuka sentra ekonomi baru serta mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat di wilayah pesisir serta masyatakat Purworejo pada umumnya," imbuhnya

Pada kesempatan yang sama, salah seorang petambak udang Alex Medi Triyono mengaku, setelah menggunakan aplikasi dari JALA Tech dirinya mampu meminimalisir kematian dari Benur atau bibit udang.

Dengan aplikasi tersebut, dirinya dapat memantau setiap saat kandungan air untuk tambak yang dimiliki.

"Setidaknya kita bisa mengetahui lebih dini dan bisa mengantisipasi penyebab kematian bibit udang," paparnya.

Panen tambak digital itu diisi dengan kegiatan ceremoni panen tambak digital, pemutaran film aktifitas petambak udang di Purworejo, dialog tentang budidaya tambak, keuntungan telonolohi dan harapan adanya teknologi, pemberian sertifikat dan pembagian doorprize. 

Pewarta : Widiarto
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV