SUARA INDONESIA

Ringankan Beban Selama Pandemi, Buruh Industri Rokok di Purworejo dapat BLT

Widiarto - 16 December 2021 | 17:12
Pemerintahan Ringankan Beban Selama Pandemi, Buruh Industri Rokok di Purworejo dapat BLT

PURWOREJO - Buruh/pekerja industri rokok di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah. Bantuan itu diberikan berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). 


Untuk Kabupaten Purworejo, bantuan diserahkan di PT Bagelen Raharja Sejahtera (BRS) di Desa Pekutan, Kecamatan Bayan. Berkesempatan menyerahkan langsung secara simbolis bupati Purworejo, Agus Bastian kepada para buruh, pada Kamis (16/12/2021).

Kabag Perekonomian Setda Purworejo, Hadi Sadsilo, mengatakan, dasar pelaksanaan kegiatan ini diantaranya adalah Keputusan Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 976/0016722 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Langsung Tunai yang bersumber Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021.

"Adapun jumlah penerima BLT untuk buruh pabrik rokok sejumlah 1.445 buruh rokok yang pencairanya melalui PT Pos Indonesia, dengan nilai perorang Rp 600.000 untuk 2 bulan. Di tahap awal akan di cairkan sebanyak 1.054 penerima dan sisanya akan dicairkan pada tahab berikutnya," jelasnya.


Bupati Purworejo, Agus Bastian, berharap, bantuan sebesar Rp 600 ribu untuk dua bulan itu, bisa sedikit meringankan beban pekerja/buruh industri rokok di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya usai.

"Mungkin untuk kalangan ekonomi mapan, nilai 600 ribu itu barang sepele, namun untuk para buruh dan pekerja industri rokok, nominal itu sangat membantu kehidupan sehari harinya," ungkapnya.

Menurut Bupati, Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama 2 tahun, benar-benar telah memporak porandakan berbagai sendi kehidupan manusia. Perekonomian menjadi terpuruk, pendidikan tidak terselenggara secara optimal, dunia pariwisata mengalami stagnasi, dan sebagainya.

“Pandemi Covid-19 juga sangat berdampak pada penurunan laju ekonomi dan sosial pada sektor tembakau, termasuk di daerah sentra tembakau seperti Kabupaten Purworejo. Padahal serapan tenaga kerja oleh industri hasil tembakau dari hulu ke hilir, menjadi salah satu tumpuan ekonomi daerah," tandasnya.

Bupati mengungkapkan, keberadaan industri rokok memang terasa dilematis, karena di satu sisi rokok mengakibatkan dampak negatif bagi kesehatan perokok maupun orang-orang di sekelilingnya. Namun di sisi lain, peminat rokok tidak pernah berkurang, sehingga industri rokok terus berkembang bahkan mampu menghasilkan pendapatan/cukai yang sangat besar bagi negara.

"Saya hanya bisa menghimbau kepada masyarakat yang merokok untuk tidak membeli rokok illegal, karena disamping semakin membahayakan kesehatan juga merugikan negara," pesannya.

 

Pewarta : Widiarto
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya