SUARA INDONESIA

Tak Ada Perayaan, Malam Tahun Baru Warga Dihimbau Dirumah Saja

Widiarto - 31 December 2021 | 08:12
Pemerintahan Tak Ada Perayaan, Malam Tahun Baru Warga Dihimbau Dirumah Saja


PURWOREJO - Seperti tahun lalu, lanyaran masih dalam masa pandemi covid-19, malam pergatian tahun 2021 ke tahun 2022 yang jatuh pada hari ini Jumat (31/12/2021) tidak akan dirayakan termasuk oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Lampu penerangan alun-alun di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo akan dimatikan pada malam tahun baru nanti. Hal itu dilakukan untuk mencegah alun-alun Purworejo menjadi pusat kerumunan pada momen pergantian tahun 2021 ke tahun 2022. Masyarakat juga dihimbau untuk tetap di rumah saat malam tahun baru.

Selain pemadaman lampu, beberapa ruas jalan juga akan ditutup pada malam tahun baru. Saat libur tahun baru pariwisata di Kabupaten Purworejo juga dibatasi untuk menghindari melonjaknya Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho saat ditemui dikantornya menyampaikan, berdasarkan kebijakan pemerintah pusat bahwa pada malam tahun baru mobilitas masyarakat dibatasi.

Pada pergantian malam tahun baru, di Purworejo juga tidak akan diadakan pesta kembang api serta event off line lainnya.

"Kebijakan dari pusat itu juga ditindaklanjuti oleh Pemda, contohnya lampu alun-alun di Purworejo itu dimatikan lampunya, beberapa ruas jalan ditutup, tujuannya membatasi masyarakat di malam pergantian tahun, agar tidak ada aktivitas yang berkerumun," jelasnya.

Untuk memfasilitasi masyarakat, lanjutnya, agar tetap dirumah saja saat momen malam tahun baru akan dilaksanakan event akhir tahun yakni pertunjukan secara virtual yang akan ditayangkan di kanal Youtube Romansa Purworejo.

"Pertunjukan tersebut terdiri dari 8 macam kesenian yang berbeda, pertunjukan kurang lebih satu sampai satu setengah jam mulai jam 8 malam, saya himbau masyarakat untuk dirumah saja," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, selama libur Nataru pariwisata di Kabupaten Purworejo juga dilakukan pembatasan hanya 75 persen pengunjung.

"Objek pariwisata harus menerapkan prokes ketat, harus ada kesadaran bersama, baik masyarakat maupun pengelola wisata, pementasan seni budaya mulai 31 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 juga ditiadakan, karena sangat berpotensi menimbulkan kerumunan terutama saat liburan, harapannya itu dipatuhi oleh semua komponen masyarakat," pungkasnya.

Pewarta : Widiarto
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV