SUARA INDONESIA

Rakor Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor, OKI Intensifkan Posko

Tim - 20 January 2022 | 18:01
Pemerintahan Rakor Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor, OKI Intensifkan Posko

KAYU AGUNG - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) lakukan langkah strategis guna atasi dampak bencana banjir yang merendam beberapa wilayah di 8 Kecamatan dengan mengintensifkan Posko Siaga BPBD OKI serta Posko kesehatan di wilayah terdampak. 

“Secara tipologis OKI memang rentan terhadap bencana banjir karena berada di dataran rendah, rawa dan sungai. Dan secara kearifan lokal masyarakat terbiasa menghadapi luapan air sungai namun kita harus hadir untuk memastikan bahwa bencana ini jangan berdampak kerugian ekonomi bahkan jiwa," ungkap Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin pada rakor penanggulangan bencana banjir dan longsor di Markas komando BPPD OKI, Kamis, (20/1/2022).

Lebih rinci Listiadi mengatakan, banjir di Ogan Komering Ilir awal tahun ini antara lain berdampak kepada 237 kepala keluarga, 990 jiwa, 229 rumah, 2 unit sekolah serta 2.773 hektar lahan persawahan.

Untuk itu, masih kata Listiadi, pihaknya telah melakukan mapping dan cek lapangan wilayah terdampak banjir dan rakor yang diselenggarakan ini untuk menguatkan simpul koordinasi semua pihak untuk menanggulangi dampak banjir.

“Kebutuhan-kebutuhan mendesak seperti air bersih, tenaga kesehatan, bantuan pangan atau penambahan posko-posko kita siagakan,” tegasnya pada rakor yang dihadiri berbagai pemangku kebijakan tersebut.

Sementara terkait seluas 2.773 Ha lahan persawahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terancam puso (gagal panen) akibat terendam banjir beberapa hari terakhir, Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Pangan Hortikultura (DKPTH) OKI mengupayakan bantuan benih dari Cadangan Benih Nasional (CBN) untuk membantu para petani yang lahannya terdampak.

“Kami akan usulkan melalui cadangan benih nasional (CBN)," kata Sekretaris DKPTH OKI, Indesi Karyanto.

Cadangan Benih nasional (CBN) dijelaskan Indesi, adalah benih tanaman pangan yang diperuntukkan untuk kebutuhan mendesak seperti adanya bencana alam yang menyebabkan pertanian mengalami gagal panen atau puso. 

Dan untuk prosedur mendapatkan benih dari CBN ini menurut Indesi cukup mudah,yaitu cukup mendapat pengesahan dari petugas lapangan bahwa lahan tersebut memang mengalami bencana yang berakibat gagal panen.

“Cukup ada petugas lapangan yang memang menyatakan bahwa lahannya memang mengalami gagal panen akibat bencana alam,” kata Indesi.

Kendati beberapa lahan persawahan di OKI terancam puso , Indesi memastikan cadangan beras di Kabupaten OKI tetap aman. 

“Kita memiliki ketersediaan beras yang cukup aman dan masih bisa mengandalkan produksi tahun lalu sebanyak 485.824 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau senilai 200 an ribu ton beras," sebutnya.

Pada rapat itu Indesi berharap kepada para petani yang tanamannya rusak akibat terendam banjir untuk tidak buru-buru menanam karena prediksi BMKG curah hujan masih akan tinggi sampai pertengahan Februari sampai dengan Bulan April 2022.

"Lebih baik bersabar sebentar, menunda tanam daripada ditanam nanti terendam lagi," tutupnya. (Firman/Wil)

Pewarta : Tim
Editor : Wildan Mukhlishah Sy

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya