SUARA INDONESIA

Bupati Ngawi: Sudah Tidak Ada Namanya Desa Tertinggal

Ari Hermawan - 25 May 2022 | 16:05
Pemerintahan Bupati Ngawi: Sudah Tidak Ada Namanya Desa Tertinggal

NGAWI - Bupati Ngawi Ony Anwar saat menghadiri acara puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XIX di Pendopo Wedya Graha menyatakan bahwa di Ngawi sudah tidak ada namanya Desa Tertinggal.

Ony mengatakan, melalui program sambang desa dan subuh bergerak tidak ada lagi namanya desa tertinggal, namun yang ada adalah desa berkembang, desa maju dan desa mandiri.

"Saya mengapresiasi para kepala desa dalam menjalankan program-program desanya. Sehingga tidak ada catatan namanya desa tertinggal, terus berupaya menjadi desa yang berkembang, maju dan mandiri," ungkapnya, Rabu (25/5/2022).

Ony menambahkan, rasa gorong royong didalam masyarakat harus selalu dijaga, karena dengan gotong royong semua masalah yang muncul didalam masyarakat akan segera terselesaikan.

"Kami berharap, puncak acara BBGRM ini menjadi momentum yang sangat baik, rasa semangat gotong royong harus ditingkatkan. Sehingga harapannya semua masalah yang timbul bisa cepat terselesaikan," ujarnya.

"Terlebih saat ini kondisi mulai normal, ekonomi harus bangkit dan berkembang, melalui BBGRM ini mari kita wujudkan rasa optimis jatim bangkit," tutupnya.

Senada disampaikan Kabul Tunggul Winarno, Kepala Dinas Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa (DPMD). Ia mengatakan, ada beberapa penilaian untuk menjadi desa berkembang, maju dan mandiri sesuai tahapannya.

"Saat ini dari 213 desa yang ada di Kabupaten Ngawi, 16 diantaranya sudah menjadi desa mandiri, 124 desa maju dan 73 desa berkembang, sudah tidak ada lagi desa tertinggal,” jelas Kabul Tunggul Winarno.

Pewarta : Ari Hermawan
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya