SUARA INDONESIA

Puluhan Hektar Sawah di Purworejo Ambruk dan Petani Alami Kerugian, Berikut Tanggapan Dinas Pertamian

Agus Sulistya - 09 June 2022 | 12:06
Pemerintahan Puluhan Hektar Sawah di Purworejo Ambruk dan Petani Alami Kerugian, Berikut Tanggapan Dinas Pertamian

PURWOREJO - Petani di Kabupaten Purworejo Jawa tengah dilanda duka. Masalahnya padi yang mereka tanam tiga bulan kemarin ambruk karena hujan yang dibarengi angin kencang, Kamis (09/06/2022).

Muhtadi (43), salah seorang petani akui bersedih menyaksikan keadaan padi di sawahnya yang ambruk terhempas angin kencang. ditambah tinggal beberapa hari padi kepunyaannya direncanakan panen.

"Jika saksikan seperti begini ya ingin nangis, ini tinggal tunggu sesaat lagi panen," bebernya sambil lemas.

Sementara itu, Kepala Desa Kalitanjung, Kecamatan Purwodadi, Lilik sampaikan, jika untuk jumlah padi yang roboh terserang angin tidak dapat terhitung tapi beberapa puluh hektar yang jelas.

"Contoh dihitung dari segi jumlah produksi yang turun, dapat sampai 50%, contoh 1 hektar 6 ton menurun jadi 3 ton. Nilai jual di antara panen yang normal sama yang ambruk dapat beda 1000 s/d 1500/kg." Katanya.

Dianya mengharap, agar pemerintahan dapat menolong pada segi penangan panen, karena jika telat padi akan makin hancur, penyetabilan harga dan pada segi sisi lainnya.

Seterusnya, Camat Purwodadi, Dwi Agung Nugraheni, benarkan, karena ada bencana itu.

"Betul mas semalam beberapa petani memberikan laporan ke saya terkaid peristiwa itu".katanya.

Camat Purwodadi menambah, dengan peristiwa itu kami telah bekerjasama degan PPL Kecamatan Purwodadi untuk lakukan assessment berkaitan luasan tempat dan rugi dari beberapa petani, terhitung dengan Jasindo untuk AUTP,

"Tetapi informasi dari Jasindo tidak dapat di-claim karena bukan kebanjiran. Kami bekerjasama degan Dinas Pertanian Kabupaten Purworejo agar dicarikan jalan keluar minimal untuk memudahkan rugi dari beberapa petani," paparnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purworejo, Wasit Diono saat dikonfirmasi sampaikan, tentu saja dengan menyaksikan beberapa petani semacam itu kami berasa sedih, dari sejak awalnya telah aman dan subur tetapi mendadak menjelang panen ada musibah hujan lebat yang dibarengi angin hingga berpengaruh ambruknya tanaman padi itu.

"Jadi yang mendapatkan asuransi itu yang telah turut program AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) dan kelak yang turun dari pihak asuransi. Karena yang tentukan itu dari asuransi kita cuma menjembatani," bebernya.

Jika kelak penuhi sarat menurut asuransi prosesnya tidak lama.

"Jika kelak menurut asuransi itu tidak masuk persyaratan, kami akan ulas dahulu dengan OPD berkaitan untuk menolong mengurangi beban warga," tandas Wasit.

Pewarta : Agus Sulistya
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya