SUARA INDONESIA

Duh, Beban Bunga Utang Pemkab Lamongan Mencapai Rp 13,3 Miliar 

Irqam - 20 July 2022 | 06:07
Pemerintahan Duh, Beban Bunga Utang Pemkab Lamongan Mencapai Rp 13,3 Miliar 

LAMONGAN - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamongan Tahun 2022 mengalami defisit. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menambal kekurangan pendapatan sebesar Rp 200 miliar dari utang. Besarnya utang tersebut, membuat semakin besar pula bunga utang yang harus dibayar.

Pada tahun 2022, Pemkab Lamongan mengalokasikan anggaran pembayaran beban bunga utang Rp 13.342.855.643 atau Rp 13,3 miliar. Data itu tercantum dalam laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SIRUP LKPP).

Dalam laman tersebut disebutkan, paket dengan nama Belanja Bunga Utang Pinjaman kepada Lembaga Keuangan Bank (LKB)-BUMN-Jangka Panjang memiliki kode RUP 28676811. Nama KLDI Pemerintah Kabupaten Lamongan, satuan kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Sumber anggaran tersebut dari APBD tahun 2022.

Metode pemilihan paket Belanja Bunga Utang Pinjaman kepada Lembaga Keuangan Bank (LKB)-BUMN-Jangka Panjang dilakukan secara swakelola. Dalam laman resmi itu disebutkan penyelenggara swakelola dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Adapun belanja bunga utang pinjaman ini dilakukan dari Januari 2022 hingga Desember 2022.

Beban utang sesuai dengan kebijakan Pemkab Lamongan melakukan pinjaman untuk membiayai belanja rutin, akibat minusnya kas daerah. Hal itu justru berpotensi mengurangi porsi belanja untuk pembangunan.

Bupati Kabupaten Lamongan Yuhronur Effendi, Selasa (19/7/2022) dikonfirmasi terkait beban utang Pemkab Lamongan belum merespons. Sejumlah pertanyaan yang dikirim melalui pesan WhatsApp juga belum direspon.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Khusnul Yaqin saat dikonfirmasi juga berkomentar terkait beban bunga utang yang harus dibayar oleh Pemkab Lamongan. Ia hanya menyebut utang Pemkab Lamongan tahun 2022 mencapai Rp 200 miliar.

"Utang Lamongan 200 miliar dari Bank Jatim. Untuk bunga utang yang harus dibayar saya harus lihat dulu, nanti saya telepon lagi," ujar Khusnul.

Sayang, hingga berita ini diturunkan Khusnul masih bungkam terkait beban bunga utang Pemkab Lamongan. Bahkan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjawab menjawab.

Pewarta : Irqam
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya