SUARA INDONESIA

Lima Sekolah SMP Negeri di Mukomuko Terancam Ditutup

Robianto - 24 June 2021 | 18:06
Pendidikan Lima Sekolah SMP Negeri di Mukomuko Terancam Ditutup

MUKOMUKO- Dinas Pendidikan dan Kebuyaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mencatat terdapat lima sekolah Negeri tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) didaerah itu terancam ditutup. Lantaran kekurangan siswa, jumlah keseluruhan siswa setiap tahunnya jauh dari standar minimal.

Sekolah tersebut yaitu SMPN 24 Mukomuko yang beralamat di Kecamatan Penarik, SMPN 29 di Teramang Jaya, SMPN 42 di Ipuh, SMPN 19 di Malin Deman, dan SMPN 18 Mukomuko di Kecamatan Air Rami.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Kabupaten Mukomuko, Jumanto ketika dikonfirmasi Kamis (24/6/2021). 

"Sementara idealnya minimalnya 1 sekolah SMP itu punya 90 siswa. Pertingkat kelas minimal 30 siswa," papar Jumanto. 

Lebih lanjut Jumanto menjelaskan. Jumlah total siswa kelas 1 hingga kelas 3 SMPN 24 Mukomuko hanya 24 siswa, SMPN 29 hanya 10 siswa, SMPN 42 hanya 27 siswa, SMPN 19 35 siswa, dan SMPN 18 hanya memiliki 35 siswa. 

Ia mengatakan saat ini Pemkab Mukomuko melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sedang mengkaji penutupan sejumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) tersebut. Pengkajian itu dilakukan tidak lain untuk mengoptimalkan kinerja guru dan juga biaya operasional sekolah. Ia menyebut, pengkajian penggabungan sekolah ini masih panjang. Sebab, banyak pihak yang dilibatkan dalam proses pengkajian, agar Pemkab mendapat solusi terbaik. 

"Berapapun jumlah siswanya, jumlah guru tetap harus dipenuhi sesuai mata pelajaran SMP. Disinilah kita kadang terbentur untuk melakukan pemerataan guru. Wacana ini muncul setelah kita melihat perkembangan setiap tahun. Dan hasilnya ternyata setidaknya lima sekolah yang saya sebut tadi terus kekurangan siswa cukup signifikan," katanya. 

Ditanya penyebab berkurangnya siswa pada sekolah negeri ini, ia menyebutkan, salah satunya yaitu beberapa tahun terakhir ada tren di masyarakat, para orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah swasta berbasis Islam dan juga Pondok Pesantren.

Pewarta : Robianto
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya