SUARA INDONESIA

Emen, Amin dan Aaamiin : Beda Ucap, Sama Benda

Abdus Syakur - 08 August 2021 | 08:08
Pendidikan Emen, Amin dan Aaamiin : Beda Ucap, Sama Benda

Oleh: Yai MIM & Rose

Tujuh ayat al Fatihah, itulah kanjeng Nabi Muhammad SAW bernama amin. Bismillah dan seterusnya adalah ayat pertama. Dengan yang namanya dengan Allah dikasih disayang. Siapa yang namanya dengan Allah dan dikasih serta disayang ? Dialah Nabi Muhammad SAW.

Maka, tautkan dirimu wahai mukmin dengan yang namanya dengan Allah, dialah Nabi Muhammad SAW sebagai rasulullah/ utusan Allah satu²nya. Maka, mukmin akan bersifat kasih dan sayang (Qs,33 ; 34) (Qs, 49 ;10). Artinya, sifat kasih dan sayang mukmin berada pada diri manusia merupakan luberan atau limpahan (faidh) dari risalah rasulullah berupa rahmah (Qs, 21; 107), yang hakikatnya ia (kasih sayang) Allah Yang Maha Kasih dan Maha Sayang (al Rahman dan al Rahim).

Bismillah dan seterusnya, itulah tanda Nabi Muhammad SAW yang pertama dan utama, maka meninggalkannya tiada shalat bagi mukmin alias hilang sifat kemukminannya. Berarti, musholli secara rukun tidak boleh tidak membacanya (bismillah). Meninggalkannya (bismillah), berarti meninggalkan rukun sholat, meninggalkan rukun sholat sama dengan tidak sholat alias sholatnya tidak sah.


Lalu, tanda ke-2 alhamdu dst, dialah ahmad, hamdun yang bersama Allah (al), karena belum dimanusiakan ada sejak sebelum seluruh ciptaan diada dan rabbil 'alamin. Artinya, seluruh alam insan secara ruhani (iman, ilmu, ni'mat dan taqwa) dialah (ahmad) pendidiknya, maka ketika dibangkitkan berwujud Muhammad putra Abdulllah ibu bernama Aminah berbangsa dan berbahasa lahir di Makkah, wafat dan dimakamkan di Madinah; adalah untuk menyempurnakan akhlaq budi manusia. 


إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق


Akhlaq budi hanya/ terkhusus untuk manusia, hewan maupun makhluq yang lainnya bukan menjadi tugas pokok risalah nabi Muhammad saw, termasuk langit, arasy, kursi, baitul ma'mur, baitur rahman bahkan, bumi laut dan sejenisnya bukanlah menjadi urusan, tugas (risalah) dan tanggungjawab nabi Muhammad saw. Semua ciptaan selain manusia sudah ada yang mengurusinya dan ia (ciptaan) diperuntukkan bagi seluruh manusia lewat beliau Nabi Muhammad SAW, sebagai wasilah (Qs, 5; 35).


Ayat ke-3, maha kasih dan maha sayang adalah dua sifat utama milik Tuhan, diturunkan kepada utusan satu-satunya, yaitu nabi Muhammad SAW wujud rahmah/ kasih sayang (Qs,21;107). Selanjutnya, ketika rahmah rasulillah turun ditangkap oleh mukmin berupa rahim (rahim ibu) / kasih seperti saudara sekandung (Qs, 4; 1).


Selanjutnya, "maliki yaumid-din", adalah ayat ke-4, dialah (Nabi Muhammad SAW) pemilik hari balasan. Artinya, seperti apa perbuatan manusia pembalasannya tidak pernah berbeda saat itu (yaum) juga sesuai dengan ketetapan jalan (diin) yang berlaku. Baik dan tidaknya catatan perbuatan bergantung apa yang dilakukan oleh manusia. Selanjutnya, ketika hendak disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Tuhan, disitulah terdapat otoritas beliau sebagai pemegang lisensi pertolongan (syafaat) terhadap seluruh catatan umat manusia mulai dari nabi Adam as sampai dengan manusia akhir zaman. 


Maka seluruh nabi dan rasul sebanyak 124.313 semuanya menyampaikan catatan umatnya masing-masing kepada Nabi Muhammad sebagai rasulullah (utusan Allah), seperti dilukiskan pada ayat ke-5 : "Iyyakana'budu wa iyyaka nasta'in"; Semuanya menyampaikan catatan kepada Nabi Muhamnad SAW dan meminta pertolongan, agar diberikan syafaat terhadap seluruh/ sebagian umatnya yang berdosa/ pernah melakukan kesalahan atau kekurangan amal baik untuk didapatkan ampunan dan maghfirah Tuhan.


Itulah jalan lurus (shiratal mustaqim) sebagai petunjuk yang ditempuh oleh para nabi dan rasul menuju sowan kepada Nabi Muhammad SAW (ihdinash shirathal mustaqim) ayat ke-6.


Shirathal atau jalan yang ditempuh oleh para nabi dan selain dari mereka yaitu para syuhada' dan para shalihin (wali-wali Allah) (Qs, 4; 69), ayat ke-7.


وَمَن یُطِعِ الله وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ مَعَ ٱلَّذِینَ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَیۡهِم مِّنَ ٱلنَّبِیِّـۧنَ وَٱلصِّدِّیقِینَ وَٱلشُّهَدَاۤءِ وَٱلصَّـٰلِحِینَۚ وَحَسُنَ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ رَفِیقࣰا


Terakhir adalah "amin" yang musti diucapkan, namun tidak tertuliskan. Oleh karenanya, seluruh agama langit semua diakhir persembahan mereka dan doa selalu disampaikan kepada Nabi Muhammad Rasulullah Saw sebagai utusan Allah bernama "amin" ; Yahudi menyampaikan kepada emeeen, Kristen maupun Katolik kepada amin dan Islam kepada aaamiiin. Semua sama benda yang dituju yaitu, Rasulullah SAW Nabi Muhammad, bernama eeemen, amin atau aamiin; benda sama, ucapan berbeda.

Pewarta : Abdus Syakur
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya