SUARA INDONESIA

Sempat Terhenti Karena Pandemi, Kemenag Probolinggo Kebut Bimbingan Perkawinan

Lutfi Hidayat - 11 October 2021 | 19:10
Pendidikan Sempat Terhenti Karena Pandemi, Kemenag Probolinggo Kebut Bimbingan Perkawinan

PROBOLINGGO - Bimbingan Perkawinan (Binwin) yang menjadi salah satu program prioritas Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag Kabupaten Probolinggo sempat terhenti karena Covid-19.

Kini layanan Binwin itu dikebut untuk mencapai target bimbingan 28 angkatan di tahun 2021, setiap satu angkatan diisi maksimal 15 pasangan calon pengantin (catin) atau sebanyak 30 orang.

Total keseluruhan target jumlah peserta Binwin Kemenag Kabupaten Probolinggo tahun 2021 sebanyak 420 pasang catin atau 840 orang.

Meski target peserta lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya, namun capaian peserta Binwin ini jauh lebih sulit karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mengakibatkan penundaan atau bahkan pembatalan pendaftaran nikah catin.

Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kemenag Kabupaten Probolinggo, M. Barzan Ahmadi mengatakan dalam kurun waktu dua bulan tersisa di tahun 2021, baru sebanyak tiga angkatan yang melakukan Binwin.

Pihaknya tetap optimis target pelaksanaan Binwin akan tercapai di akhir tahun 2021 karena telah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di 24 kecamatan.

"Para kepala KUA sudah saya panggil untuk menyelesaikan Binwin ini. Tapi memang sedikit kesulitan untuk mencari pesertanya, karena selama ini ada pembatasan dan penutupan sementara layanan nikah akibat PPKM," terang Barzan, Senin (11/10/2021).

Seksi Bimas Islam Kemenag Probolinggo, ungkap Barzan membedakan porsi pelaksanaan Binwin di masing-masing KUA, bagi yang jumlah penduduknya padat dan pendaftaran perkawinan banyak mendapatkan dua porsi, sisanya hanya satu porsi.

"Hari ini pelaksanaan di KUA Tongas, di sana dua kali ditambah besok (Rabu 12/10/2021) karena KUAnya besar. Paiton dan Kraksaan juga dua kali, nah daerah pegunungan seperti Krucil dan Tiris cukup satu kali," tandasnya.

Seluruh pelaksanaan Binwin dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti wajib memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan tidak berkerumun.

"Kita terapkan protokol kesehatan, kita tidak mau sampai terjadi kluster Binwin. Karena bimbingan perkawinan ini sangat penting untuk menghasilkan perkawinan yang berkualitas. Kita saling jaga lah ya," tutup Barzan.

Pewarta : Lutfi Hidayat
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV