SUARA INDONESIA

Ada 'Penumpang Gelap', di Sekolahnya, Kepala SDN Curahnongko 8 Jember Heran

Imam Hairon - 19 November 2021 | 17:11
Pendidikan Ada 'Penumpang Gelap', di Sekolahnya, Kepala SDN Curahnongko 8 Jember Heran

JEMBER - Suprapto (59), Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Curahnongko 8, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengaku heran tiba-tiba ada data (guru tidak jelas) masuk di sekolahnya.

Padahal, selama ini guru yang dimaksud tidak pernah mengajar dan datang melaksanakan tugas sebagai pendidik di lembaga yang dirinya pimpin.

"Saya kenal saja tidak. Bahkan, seperti apa batang hidungnya saya juga tidak tahu. Kok tiba-tiba lulus ASN P3K atasnama sekolah kami," papar Suprapto menjelaskan, Kamis (19/11/2021) di SDN Curahnongko 02.

Secara administrasi, selama ini pihaknya mengaku tidak pernah memasukan dan melaporkan nama guru tersebut sebagai guru di lembaganya.

"Baik laporan berkala ataupun laporan lain setiap bulannya tidak pernah kita memasukkan. Karena kita memang tidak kenal dengan guru tersebut," paparnya.

Anehnya, kata dia, guru yang dimaksud tiba-tiba masuk di data Dapodik online atasnama SDN Curahnongko 8. 

Kendati begitu, dirinya meyakinkan, bahwa pihak sekolah siap bersaksi tidak pernah tahu tidak pernah kenal dengan guru yang dimaksudkan.

"Saya bisa mempertanggungjawabkan, bahwa saya sebagai kepala sekolah tidak pernah memasukan lapor bulan, tidak ada absensi dan tidak ada pembagian tugas mengajar," imbuhnya.

Diakuinya, memang sebelumnya pada tahun 2017 silam, nama yang bersangkutan diinformasikan pernah mendapat Surat Penugasan (SP) dari Bupati Faida.

"Tetapi saya tunggu, tidak pernah datang memberitahukan dan menjalankan tugasnya. Itu yang saya herankan," paparnya.

Guru senior kelahiran Kabupaten Magetan ini juga mengaku siap kapan saja, jika sewaktu- waktu dipanggil oleh dinas maupun Bupati Jember.

"Jika saya diperlukan, kapan saja saya siap datang. Karena memang pihak sekolah tidak tahu menahu tentang guru tersebut," ujar Suprapto menambahkan.

Pernyataan senda disampaikan oleh salah seorang guru honorer Curah Nongko 8 yang enggan disebutkan namanya

Menurutnya, selama 20 tahun dirinya mengajar di tempat itu, tidak pernah mengenal guru yang dimaksud.

"Saya sudah 20 tahu lebih ngajar di Curah Nongko 8. Tidak kenal guru yang dimaksud. 

Dengan kondisi tersebut, dirinya hanya mengaku heran saja. Mengapa guru yang tidak pernah ngajar bisa lolos.

"Guru yang ngajar 20 tahun dan aktif mengabdi, tidak lulus ASN. Sementara yang tidak kenal dan tidak tahu orangnya pakai nama lembaga bisa lulus. Kecewa sekali," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Aktivis PGRI Jatim Ilham Wahyudi menegaskan, bahwa peserta seleksi ASN P3K adalah mereka guru yang aktif secara menerus di sekolah negeri dan masuk data dapodik.

"Begitupun PTT atau operator tidak masuk di dalamnya. Kalau memaksa berpotensi  melanggar regulasi Permenpan No 28 Tahun 2021 Pasal 29," paparnya.

Pewarta : Imam Hairon
Editor : Bahrullah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV