SUARA INDONESIA
Banner

'Kerusuhan' Terjadi di Depan Kantor KPU Banyuwangi, Pasca Pemungutan Hasil Suara

BANYUWANGI - Kerusuhan terjadi pasca pengumuman hasil pemungutan suara di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi.


Salah satu pendukung pihak yang kalah tidak terima dan membuat keributan dengan mengundang massa di depan Kantor KPU Banyuwangi, sehingga memaksa aparat gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri berupaya menghentikan kerusuhan dengan cara persuasif hingga langkah tegas.


Namun, aksi ini hanyalah sebuah simulasi sistem pengamanan kota (Sispam Kota) dalam rangka persiapan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember mendatang yang digelar Polresta Banyuwangi di depan Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (16/9/2020).


Simulasi tersebut untuk mengantisipasi adanya kontijensi konflik sosial yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Sehingga dilakukan pengamanan yang ketat oleh aparat gabungan.


Dalam pengendalian massa nantinya selain aparat gabungan, gas air mata juga telah disiapkan. Itupun setelah pengerahan mobil water canon masih tidak dapat meredakan kerusuhan.


Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo yang hadir pada acara tersebut mengatakan, simulasi ini menunjukkan unsur pengaman yang ada di Banyuwangi baik dari TNI, Polri, Satpol PP dan penyelenggara untuk mempersiapkan kegiatan pentahapan Pilkada yang nanti akan dilaksanakan pada saat pemungutan maupun pasca pemungutan suara.


"Tentunya latihan yang dilaksanakan tadi ini menggambarkan bagaimana kesiapan unsur pengamanan dan penyelenggara pemilu yang ada di Banyuwangi betul-betul menyiapkan diri," ujarnya usai simulasi.


Diterangkannya, yang tidak kalah penting didalam pelaksanaan pelatihan tersebut, semua diwajibkan untuk mentaati protokol kesehatan Covid-19.


"Karena pemilu serentak tahun ini berbeda dengan situasi pemilu tahun sebelumnya. Kita masih menghadapi Covid-19," tukasnya.


Dengan latihan ini, dia berharap baik masyarakat maupun petugas keamanan dan penyelenggara pemilu bisa menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan bertanggung jawab.


"Kesiapan dalam menjalankan protokol kesehatan itu wajib ada. Kita sudah melihat dari simulasi tadi. Dari setiap tahapan baik dari petugas keamanan, petugas medis, penyelenggara pemilu pun sama. Semua menjalankan itu (red: protokol kesehatan)," ungkapnya.


Slamet pun berpesan kepada masyarakat Banyuwangi agar bisa menjaga situasi tetap kondusif terutama dalam Pilkada yang akan dilaksanakan Desember mendatang ini. (*)



Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin

Apa Reaksi Anda?