SUARA INDONESIA
Banner

WTP 10 Kali Berturut-turut, Wali Kota Blitar Santoso Dapat Penghargaan Menkeu Sri Mulyani

BLITAR - Pemerintah Kota Blitar di bawah kendali Wali Kota Santoso menorehkan prestasi membanggkan.

Berkat jerih payah dan kerja keras mengelola pemerintahan Pemkot Blitar mendapatka penghargaan dari pemerintah pusat.

Penghargaan itu dari Kementerian Keuangan (kemenkeu) Sri Mulyani.

Prestasi atas torehan raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sepuluh kali berturut-turut dari BPK-RI.

"Penghargaan ini merupakan kebanggaan bagi kami. Berkat kegigihan dan tentunya kerja keras akhirnya mendapat apresiasi dari kementerian keuangan," kata Wali Kota Blitar Santoso, Selasa (22/9/2020).

Dijelaskan Wali Kota Blitar Santoso bahwasanya penghargaan diberikan karena seluruh entitas pelaporan keuangan yang dianggap mempunyai integritas akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangannya. Sehingga bisa mempertahankan predikat opini WTP selama sepuluh kali berturut-turut.

Nah, adapun yang diberikan oleh kementerian keuangan pada tahun 2020 ini sebanyak 41 entitas pelaporan keuangan.

Baik itu dari kementerian lembaga maupun pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota seluruh Indonesia.

"Dan pemerintah Kota Blitar merupakan bagian dari kabupaten-kota yang memperoleh predikat sepuluh kali berturut-turut," jelas Santoso.

Ditambahkan mantan sekretaris daerah ini, ada tiga provinsi yang mempertahankan predikat WTP ke sepuluh kali berturut. Dan ada 13 kabupaten dan kota yang bisa mempertahankan prestasi sepukug kali berturut-turut.

"Nah termasuk pemerintah Kota Blitar yang menyabet prestasi dari WTP," kata suami dari Ny Feti Wulandari Santoso ini.

Santoso menambahkan lagi, Pemkot Blitar bisa mempertahankan predikat WTP selama sepuluh kali berturut-turut merupakan hasil komitmen ketegasan kedisiplinan.

Utamanya dari kepala daerah serta didukung oleh seluruh aparatur pemerintah Kota Blitar. Mulai sekretaris daerah, APIP, maupun seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang bisa menjaga komitmen pengelolaan keuangan daerah secara baik. (hms/adv)

Apa Reaksi Anda?