SUARA INDONESIA
Banner

RS Strok Nasional Bukittinggi Berikan Ruangan Khusus Bagi Pasien Strok Terdampak Covid -19

BUKITTINGGI - Dalam era Corona Virus Disease 2019 (Covid -19) sebagaimana Pemerintah telah menyatakan, bahwa pada prinsipnya kita harus berubah, yang berubah itu terutama prilaku yang telah dicetuskan oleh Presiden melalui media. 

Kepala Rumah Sakit Strok Nasional melalui Ka. hukormas, Anferi Devitra, SKM, MARS menyampaikan, kita tetap beraktivitas seperti biasanya tapi ada yang berubah, prilaku kita mengikuti protokol kesehatan (Prokes). ujarnya. 

Lanjut Devitra, jadi ada beberapa hal yang kami lakukan di Rumah Sakit :

Pertama. Selalu mengkampanyekan apa yang diberikan oleh Pemerintah.

"Kami sebagai corong humas, kami disini juga mempunyai studio mini untuk memberikan setiap penyuluhan tentang kesehatan, apalagi tentang Covid -19 ini melalui media Sosial,ada tayangannya, bagaimana Prokes dan bagaimana kesiapan petugas Rumah Sakit," jelasnya.

Dalam menghadapi Covid -19 ini, kami wajib melayani pasien,namun tetap merujuk pada protokol /Peraturan -Peraturan yang harus di penuhi diantaranya :

Pertama (1). Kami kemarin melaksanakan tes swab bagi seluruh pegawai, bagi pegawai yang positif, ada yang di isolasi dan ada yang dirumahkan kemudian di swab lagi.

Kedua. Memberi penyuluhan seperti di gerbang pintu masuk, membuat kawasan wajib pakai masker. 

Ketiga. Memperbanyak tempat cuci tangan dengan memberikan hand sanitizer.

Keempat. Pemeriksaan suhu tubuh bagi yang masuk kerumah sakit.

Kelima. Bagi pegawai sesuai bidangnya wajib memakai Alat perlindungan diri (APD) 

Devitra menambahkan, dalam hal ini selalu kami sampaikan setiap pagi melalui corong studio mini dan disampaikan di setiap ruangan, kemudian setiap berita - berita terbaru dan arahan terbaru dari Pemerintah tetap kita sampaikan. 

Kedua, bagi pasien yang masuk baru kita sediakan ruangan khusus di IGD, disana pasien diseleksi terlebih dahulu, apakah ada gejala Covidnya atau sebelum ini pernah terpapar dengan riwayat Covid, kalau ada kita periksa, kemudian kita lakukan rapid tes dan di swab. 

Lebih lanjut, Devitra, menjelaskan, Rumah Sakit Strok Nasional Bukittinggi bukan rumah sakit rujukan Covid -19, kita tetap menerima pasien Strok yang ada Covidnya, kita mempunyai tujuh ruangan isolasi di belakang, kita siapkan petugas dengan timnya, dan tim yang sudah bekerja itu kita siapkan satu ruangan khusus petugas. 

"Kalau petugas tim satu sudah bekerja, lalu 14 hari kemudian istirahat, kemudian diperiksa dan di swab kemudian masuk tim berikutnya," tutupnya.

Reporter : Edwarman

Apa Reaksi Anda?