SUARA INDONESIA

Jelang Pilkades Serentak 2021, Pemkab Sumenep Petakan Daerah Rawan Konflik

Krisdiyantoro - 25 March 2021 | 13:03
Peristiwa Daerah Jelang Pilkades Serentak 2021, Pemkab Sumenep Petakan Daerah Rawan Konflik

SUMENEP - Menjelang Pilkades serentak tahun 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melakukan pemetaan desa yang masuk ketagori rawan konflik. Juga, memetakan daerah yang aman.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumenep, Hj Dewi Khalifah dalam kegiatan sosialisasi jelang Pilkades serentak yang digelar di salah satu hotel Sumenep, Rabu (24/3/2021).

Dewi Khalifah mengatakan, Pemerintah Daerah bersama Polres serta Kodim 0827 Sumenep sudah melakukan kajian terhadap beberapa daerah rawan konflik saat pelaksanaan Pilkades serentak tahun ini.

"Ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada saat pemilihan kepala desa," katanya.

Dari hasil kajian, dari 86 desa yang melaksanakan pilkades serentak tahun ini, ada 19 desa masuk kategori sangat rawan. Kemudian 47 desa dikategorikan rawan, dan 20 desa masuk dalam kategori aman.

Karena tidak mau kecolongan, pengamanan ekstra akan dilakukan dengan melibatkan 30 petugas keamanan dari Kepolisian, TNI, Satpol PP, hingga Petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas). Pengamanan tersebut diterapkan mulai dari kecamatan daratan hingga kepulauan.

"Ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi konflik pada saat pemilihan nanti," tambahnya.

Wabup juga berharap, para camat dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), berperan meningkatkan koordinasinya dengan semua unsur di desa seperti tokoh agama dan masyarakat.

"Demi berjalannya pilkades yang sesuai harapan kita bersama, selalu melakukan koordinasi dalam rangka menjaga ketertiban masyarakat, dan bahkan jika ada persoalan hendaknya menyikapi dengan mengedepankan kebersamaan, sehingga pilkades serentak tahun ini berjalan sukses, aman, dan damai," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli berharap, dalam pelaksanaan pilkades nanti seluruh pihak patuh pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Negara Indonesia.

Sehingga, jika hal tersebut dilakukan dengan baik maka, tidak akan timbul permasalahan dari awal hingga akhir pelaksanaan pilkades serentak tahun ini.

"Dengan kegiatan sosialisasi seperti ini, kita akan menemukan keseragaman persepsi dari seluruh pihak, terkait untuk menciptakan pilkades sukses, aman, damai dan kondusif," tutupnya.

Pewarta : Krisdiyantoro
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV