SUARA INDONESIA

Pasca Terendam, Warga Tukang Kayu Banyuwangi Ramai-ramai Jemur Kasur hingga Buku Nikah

Muhammad Nurul Yaqin - 03 April 2021 | 16:04
Peristiwa Daerah Pasca Terendam, Warga Tukang Kayu Banyuwangi Ramai-ramai Jemur Kasur hingga Buku Nikah

BANYUWANGI- Dampak luapan parit akibat hujan dengan intensitas tinggi yang dirasakan warga di Lingkungan Krajan Selatan RT 2 / RW 1, Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, pada Jumat (2/4/2021) malam, masih terasa hingga sekarang.

Pantauan di lapangan pada Sabtu (3/4/2021), warga setempat yang berada di sekitar parit, tengah sibuk mengeringkan sejumlah perabot rumahnya. Karena sebelumnya basah terendam air. 


Tak haya kasur, sebagian diantaranya juga buku-buku sekolah, bahkan ada yang harus mengeringkan ijazah anaknya, hingga buku nikah karena ikut terendam air malam tadi.

"Kartu nikah, ijazah, buku-buku sekolah yang disimpan di lemari juga terkena air. Termasuk kasur-kasur warga di deretan dekat sungai (parit) sini juga basah terkena air yang meluap hingga rumah-rumah warga tadi malam. Sehingga hari ini warga menjemurnya," kata seorang warga setempat yang terdampak luapan air, Siti Jainab (50) kepada Suara Indonesia.

Menurut warga lain yang masih di lingkungan setempat, Rohman (46) menyampaikan, jika luapan dari parit yang terjadi pada pukul 20.00 WIB membuat puluhan rumah di Lingkungan Krajan Selatan khususnya RW 1 terendam air.

"Tadi malam luapan parit masuk ke rumah warga semua, ada 20 rumah yang terendam banjir. Sedangkan tadi malam air surut sekitar pukul 21.30 WIB," bebernya.

Dia menyampaikan, jika tidak ada kerugian yang serius. Namun air sempat membuat perabotan warga setempat basah terendam. Seperti kasur, kursi, dan lainnya.

Rohman menjelaskan jika setiap musim penghujan datang warga di lingkungan setempat, merasakan dampak luapan air yang datang dari arah parit.

"Wilayah RW 1 di Lingkungan Krajan Selatan, Tukang Kayu ini hampir terkena banjir setiap musim penghujan tiba. Kejadian ini sudah enam tahunan dirasakan warga, sudah jadi langganan banjir. Tiap tahun dua sampai empat kali hingga masuk ke rumah warga," paparnya.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga setempat, penyebab luapan air hingga masuk ke rumah warga dikarenakan air yang dari hulu menyatu ke arah parit yang melewati pemukiman warga sekitar.

"Yang kami tahu mungkin dari atas, larinya kesini semua, dari arah Roxy itu pembagian arus air kan awalnya dulu ada yang ke timur sana, tapi enam tahun belakangan ini arahnya sudah ke utara dan semuanya ditampung ke arah sini semua," terang Rohman.

Kata dia, setiap mendung warga setempat selalu khawatir terjadi kejadian yang serupa. Oleh karena itu mereka berharap kehadiran pemerintah untuk hadir di tengah-tengah keresahan masyarakat.

"Harapan masyarakat sekitar, kepada pemerintah daerah khususnya, agar meninjau langsung di tempat kejadian ini, terutama saluran-saluran yang perlu dibenahi dan lainnya," pungkasnya. (*)

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Nanang Slamet

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV