SUARA INDONESIA

Fraksi PKS Surabaya Soroti Penghilangan Sejarah Pendiri NU

Lukman Hadi - 21 April 2021 | 17:04
Peristiwa Daerah Fraksi PKS Surabaya Soroti Penghilangan Sejarah Pendiri NU

SURABAYA - Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) sedang ramai dikritik soal Kamus Sejarah Indonesia Jilid I dan II, yang di dalamnya tidak mencantumkan kiprah pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari.

Fraksi PKS DPRD Surabaya juga turut menyoroti problematika yang sedang rama menjadi perbincangan di berbagai kalangan itu.

Ketua Fraksi PKS Surabaya, Akhmad Suyanto mengatakan, bagaimana bisa salah seorang tokoh bangsa seperti KH Hasyim Asy'ari bisa dilupakan dari perjalanan sejarah Indonesia.

"Bagaimana bisa terjadi, sejarah Kota Pahlawan pertempuran 10 Nopember 1945 tidak lepas dari sejarah resolusi jihad ulama jawa dan madura yang dikumandangkan Hadratus Syeikh  
KH Hasyim Asyari," kata Suyanto, Rabu (21/4/2021).

Pria yang akrab disapa Yanto ini menyebutkan, jika dalam hal ini ada unsur kesengajaan penghilangan sejarah, maka harus ditindak secara tegas siapa yang melakukan.

Menurutnya, kalau dalam kepustakaan hilang maka seolah menghilangkan ingatan sejarah perjuangan para ulama.

"Kalau kamus yang menjadi pusat pustaka menghilangkan (sejarah, red), maka segera usut siapa pelaku penghilangan hadratus syeikh dalam kamus sejarah Indonesia tersebut,"

"Berarti ada kesengajaan melupakan sejarah dalam pustaka nasional," imbuhnya.

Sementara itu, politisi Fraksi PKB Surabaya, Badru Tamam, saat dimintai tanggapan soal persoalan yang sama, ia enggan memberi komentar dengan alasan belum memahami permasalahan.

"Belum bisa mengerti permasalahannya," jawab singkat Badru Taman saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Pewarta : Lukman Hadi
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya