SUARA INDONESIA

BPN dan BBWSO Purworejo Targetkan Inventarisasi Bendungan Bener Segera Selesai

Widiarto - 24 April 2021 | 06:04
Peristiwa Daerah BPN dan BBWSO Purworejo Targetkan Inventarisasi Bendungan Bener Segera Selesai

PURWOREJO - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Purworejo, Jawa Tengah, bersama Balai Besar Sungai Wilayah Serayu Opak (BBWSO) Yogyakarta, sebagai panitia sekaligus petugas inventirasi dan identifikasi pengadaan bidang tanah untuk pembangunan bendungan Bener, tetap melaksanakan sosialisasi dalam rangka inventarisasi dan identifikasi bidang tanah dan pihak yang berhak pengadaan tanah untuk kepentingan umum bagi pembangunan bendungan Bener di aula kantor Kecamatan Bener, pada Jumat (23/4/2021).

Sosialisasi yang sekiranya akan digelar di balai Desa Wadas itu gagal dilaksanakan lantaran terkendala aksi warga yang menolak Desa Wadas untuk diambil batu quarrynya, dengan melakukan pemblokiran jalan hingga terjadi bentrok dengan aparat keamanan.

Warga yang mendapat undangan sosialisasi itupun terpaksa dijemput dan diantar menggunakan mobil polisi untuk bisa mengikuti sosialisasi di aula kantor Kecamatan Bener. Dari seluruh warga yang diundang hanya sebagian yang dapat hadir, sebagian lainya tak bisa datang lantaran seluruh jalan keluar desa telah diblokade atau ditutup oleh warga.

"Hari ini kita melaksanakan sosialisasi dalam rangka untuk dimulainya inventarisasi dan identifkasi terhadap bidang tanah yang terdampak untuk warga di desa Wadas. Diawali dari kemarin kita sudah sosialisasi terhadap warga Cacaban Kidul, warga Kaliwader, warga Cacaban Lor, dan Pekacangan yang memiliki tanah terdampak di desa Wadas. Sebenarnya akan melaksanakan sosialisasi di desa Wadas namun demikian karena ada sesuatu untuk tidak dilakukan disana makanya para pemilik lahan terdampak kita lakukan sosialisasi di aula kecamatan ini," jelas petugas BPN Purworejo, Tukiran, saat ditemui kontributor suaraindonesia.co.id, disela kegiatan sosialisasi, Jumat (23/4/2021).

Disampaikan, setelah silakukan sosialisasi dari BBWSO Yogyakarta, BPN bersama BBWSO akan melakukan pemasangan pathok trase, yaitu batas mana yang akan terkena pengadaan dan diluar pengadaan. Setelah itu pihaknya akan melakukan pemasangan pathok batas mana-mana dari pemilik lahan.

Baru setelah pemasangan pathok lahan yang dimiliki warga, dari pelaksana pengadaan tanah akan mengadakan inventarisasi dan identifikasi terhadap bidang tanah dan tanam tumbuh serta bangunanya.

"Ada sekitar 500an warga yang terkena dampak, karena kita belum bisa mengidentifikasi, tapi kalau identifikasi awal di desa Wadas ada sekitar 617 bidang, itu bisa berkembang seiring dengan data yang dimiliki dengan realisasi dilapangan," sebutnya.

Pihaknya mentargetkan pemasangan tanda batas pathok trase dan batas bidang lahan warga serta inventarisasi dan identifikasi jika tidak ada kendala dengan situasi kondusif diharapkan bisa selesai sebelum lebaran idul fitri nanti.

"Bila masih terjadi kendala atau halangan yang jelas dalam rangka untuk menghentikan proses atau untuk mengurangi jeda-jeda waktu yang tidak kita inginkan setiap kali kita ada kendala dilapangan yang mengakibatkan waktu berjalan terus maka akan kami buatkan berita acara, segala hal terkait itu kami masukkan dalam berita acara," ujarnya.

Pihaknya berharap dengan bantuan masyarakat, pengamanan keamanan, bisa menjaga suasana kondusif, sehingga pelaksaan inventarisasi dan identifikasi pengadaan lahan di Desa Wadas bisa berjalan lancar.

Pewarta : Widiarto
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya