SUARA INDONESIA

Polemik Nelayan Trengggalek, Komisi II: Kita Sudah Merdeka, Carilah Rezeki dengan Beriringan

Rudi Yuni - 26 April 2021 | 13:04
Peristiwa Daerah Polemik Nelayan Trengggalek, Komisi II: Kita Sudah Merdeka, Carilah Rezeki dengan Beriringan

TRENGGALEK - Gejolak dua aspirasi yang berbeda antara nelayan pancing ulur dan nelayan kompresor di Trenggalek terus bergulir. Kejadian itu hingga menarik Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur untuk turun langsung melakukan sosialisasi undang-undang.

Sosialisasi tersebut bertempat di balai benih ikan Dinas Perikanan Trengggalek dengan dihadiri Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Provinsi serta Komisi II DPRD Trenggalek dan Asisten II Pemkab, Senin (26/4/2021).

"Komisi II hadir kali ini karena di undang oleh Dinas Perikanan untuk ikut mendampingi sosialisasi dan musyawarah terhadap dua belah pihak nelayan," kata Pranoto selaku Ketua Komisi II DPRD Trenggalek.

Lanjut Pranoto, untuk menyikapi dualisme pemikiran yang berbeda antara nelayan pancing ulur dan nelayan pencari ikan dengan menghitung kompresor maka perlu adanya sosialisasi undang-undang.

Sedangkan jika dilihat dari permasalahannya, ini perlu diluruskan mengingat ada dua versi yang berbeda dan saling menyalahkan. 

Jadi nelayan pancing ulur menganggap nelayan kompresor telah melanggar SOP serta mengganggu hasil tangkapan nelayan pancing ulur. Sedangkan nelayan kompresor membantah tuduhan yang disampaikan kepada mereka.

"Dalam hal ini kami hanya bisa mengingatkan bahwa kita semua telah merdeka, jadi dalam mencari rezeki harus beriringan," tegasnya. 

Ditambahkan Pranoto, hal itu harus dilakukan karena mereka semua saudara. Bahkan ada yang rumahnya saling berdekatan. Jika memang akar masalahnya ada pada rezeki, Komisi II meminta kepada para nelayan untuk menambah atau menciptakan sumber penghasilan lain. 

Sehingga jika dengan kondisi saat ini hasil tangkapan ikan di laut semaki berkurang, maka bagaimana caranya kedepan agar ada penguatan pemberdayaan.

Bahkan Dinas Provinsi siap hadir di tengah para nelayan untuk membantu itu semua. Akan ada kucuran bantuan dana hibah untuk para nelayan, sehingga ada sumber penghasilan lain.

"Dengan penguatan pembinaan dan dana hibah yang akan diberikan, dengan menciptakan sumber penghasilan lain akan terlaksana. Ya, misal budidaya ikan lele dan potensi ikan lainnya," terangnya.

Sementara itu, Ramelan selaku PLT Asisten II Pemkab Trenggalek menuturkan bahwa sosialisasi dan mediasi ini berkaitan permasalahan yang ada di Watulimo.

Jika dilihat ada perbedaan pemikiran atau tidak sejalannya pemikiran para nelayan dalam mencari rezeki. Jadi para nelayan ini mencari rezeki tidak satu frekuensi sehingga saling menyalahkan. 

"Nelayan pancing ulur menganggap bahwa nelayan kompresor mengganggu dalam pencarian ikan," ucapnya.

Sedangkan hasil dari jawaban nelayan kompresor argumentasi atau tuduhan terhadap mereka tidak mendasar. Bahkan nelayan kompresor menolak tuduhan terhadapnya. 

Jika mengacu pada hasil tangkapan yang menurun, memang habitat laut saat ini sudah sudah rusak serta ada tidak seimbangnya antara pencari ikan dan ikan yang akan ditangkap. 

"Hasilnya, Dinas Perikanan Jatim akan turun langsung untuk melakukan sosialisasi cara menangkap ikan yang baik dan benar. Bahkan bantuan juga akan dikucurkan berupa dana hibah sebagai penunjang penghasilan lain untuk nelayan," pungkasnya.

Pewarta : Rudi Yuni
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya