SUARA INDONESIA

DPRD Dorong Pemkab Purworejo, Ajak Warga Wadas Pro dan Kontra Tambang Quarry Duduk Bersama

Widiarto - 27 April 2021 | 10:04
Peristiwa Daerah DPRD Dorong Pemkab Purworejo, Ajak Warga Wadas Pro dan Kontra Tambang Quarry Duduk Bersama

PURWOREJO- Bentrok yang terjadi antara warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Jawa Tengah dan keamanan serta pihak lain yang terjadi dijalan Desa Wasas, saat petugas keamanan hendak membuka blokir jalan pada Jumat lalu, mengundang keprihatinan bagi sejumlah tokoh masyarakat.

Salah satunya adalah anggota DPRD Purworejo dapil 6 (Bener, Gebang, Loano) Rohman.

Dirinya mengaku sangat menyayangkan insiden bentrok itu bisa terjadi hingga menelan korban luka diantara pihak keamanan dan warga, bahkan sampai ada penahanan sejumlah orang yang diduga sebagai provokator.

"Ini sangat disayangkan, sebenarnya kan bisa dimusyawarahkan dengan duduk bersama mencari solusi yang terbaik," kata Rohman, saat bertemu dengan kontributor suaraindonesia.co.id, di gedung DPRD Purworejo, Selasa (27/4/2021).

Dikatakan, dari pihak pemerintah sendiri saat itu hendak mau melakukan sosialisasi yang akan diberikan kepada warga terdampak yang ada di Desa Wadas, tapi warga yang menolak bersikeras sehingga hal yang tidak diinginkan.

"Ini betul-betul kami sayangkan," ucapnya.

Menurutnya harus ada duduk bersama atau bertemu antara kedua belah pihak untuk berdiskusi mencari solusi jalan yang terbaik.

"Saya kira ada solusi untuk itu jika mau berdiskusi bersama," ujarnya.

Terkait penentuan lokasi, lanjutnya, hal itu merupakan proses yang sudah dilakukan cukup lama dan proyek bendungan Bener merupakan proyek strategis nasional yang telah direncanakan sejak dulu dan menjadi harapan khususnya bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.

"Terkait penentuan lokasi itupun sudah dilakukan melalui kajian-kajian dari pihak pemerintah, kenapa bendungan ditentukan di Desa Guntur itu juga sudah merupakan kajian yang cukup lama. Dan terkait di Desa Wadas rencana tambang quarry juga sudah menjadi kajian yang cukup lama, sehingga quarry ini sudah sangat pas dengan bahan material batuan yang ada di Desa Wadas, baik dari sisi kwalitas sisi kajianya, sudah memenuhi syarat dan penentuan lokasi memang ada di Desa Wadas," jelasnya.

Pihaknya sangat berharap, untuk pihak- pihak yang menolak dengan pihak terkait harus bisa duduk bersama untuk mendiskusikan secara baik-baik dan melakukan sosialisasi bersama.

"Kita sudah mendorong baik kepada pemerintah propinsi maupun pemerintah daerah untuk menjembatani, tapi memang dari pihak yang menolak ini kan selalu yang di suarakan adalah penolakanya, tidak mau berdiskus, tidak mau kompromi," ujarnya.

Pertemuan duduk bareng sangat di tunggu -tunggu, sebagai bentuk sosialisasi biar ada titik terang, hanya saja selama ini belum terjadi.

"Dalam duduk bersama itu akan ada yang berbicara, yang menjadi keberatan itu apa, yang jadi tujuan dari pemerintah ini apa, karena jika tidak ada pertemuan antara kedua belah pihak ya akhirnya kan tidak ada solusi yang didapat. Sehingga kami akan tetap mendorong dari pemerintah daerah khususnya kabupaten Purworejo untuk bisa menjembatani, karena ini untuk warga Wadas dan untuk kita di Kabupaten Purworejo dan propinsi Jawa Tengah," tegasnya.


Pihaknya meminta dan mengajak kepada seluruh warga dan pihak terkait untuk menahan diri sambil komunikasi mencari solusi yang terbaik, apalagi saat ini masih dalam masa bulan ramadhan.

"Saya kira kita semua harus menahan diri, nanti bila sudah ada komunikasi antara kedua belah pihak dan pemerintah untuk mencari waktu yang tepat untuk melakukan duduk bareng, sehingga ada solusi terbaik bagi mereka dan proyek strategis nasional bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.

Pewarta : Widiarto
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya