SUARA INDONESIA

Terkuak, 15 Menit Buya Alwi Bertemu Jokowi Loloskan TORA di Kampar

Andika Wiranata - 04 May 2021 | 12:05
Peristiwa Daerah Terkuak, 15 Menit Buya Alwi Bertemu Jokowi Loloskan TORA di Kampar

KAMPAR- Ketua Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES), Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu Buya H Mochammad Alwi Arifin atau Buya Alwi menceritakan puluhan tahun memperjuangkan lahan masyarakat adat (tanah ulayat). 

Menurutnya, selama kurun waktu 23 tahun berjuang belum membuahkan hasil, takkan melemahkan semangat diri. Meskipun menguras waktu, tenaga, dan pikiran, juga tak lepas dari materi. 

Namun, bak kata pepatah perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil, keinginan masyarakat melalui Buya Alwi terjawab melalui program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). 

"Semua terjawab setelah berjumpa Presiden Joko Widodo lima belas menit (15 menit)," ungkap Buya Alwi, Selasa (4/5/2021).

Setelah pertemuan tersebut, kini masyarakat Adat Kenegerian Senama Nenek di Kecamatan Tapung Hulu sudah bisa tersenyum. Sebab perjuangan panjang mereka dalam merebut kembali lahan yang disebut merupakan tanah ulayat seluas 2800 Ha yang dikelola oleh pihak perusahaan kini telah mereka dapatkan.

Ia berujar, perebutan lahan yang dikelola PTPN V ini yakni sejak tahun 1999, saat itu ia masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kampar, perjalanan panjang dalam berjuang ini, ia sempat dipenjara karenanya pada 2012 akhir silam.

"Saya dan ninik mamak, tokoh masyarakat dan pengurus lainnya berjuang dari tahun 1999. 5 tahun lamanya belum juga berhasil. Kemudian saya jadi kades, waktu jadi kades itu lah saya bisa mengajak ninik mamak, tokoh masyarakat untuk berjuang," sebutnya. 

Dikemukakannya, pada 2007, pihaknya berjuang hingga ke Komisi VI DPR RI, waktu itu juga dibantu oleh Pak Saleh Djasit dan Pak Tonas di Komisi VI. 

"Semua, saat itu Appraisal diturun oleh tim, sehingga 2008 akhir tuntas semua. Namun, saat itu, keputusan politik belum berpihak kepada kita. Kita tetap tidak berputus asa, kita terus berjuang," jelasnya.  

Sering kegagalan, sedari itulah dirinya mulai berpikir persolan ini harus sampai ke Presiden Jokowi, agar orang nomor satu di negeri ini bisa tahu dan dapat memberi solusi bagi masyarakat adat Kenegerian Senama Nenek.

"Saya berpikir, kalau hal ini tidak sampai ke presiden, persoalan ini tidak kan pernah selesai. Saya bertekad ingin bertemu Pak Jokowi. Saya tembus bertemu bertemu Pak Jokowi. Saat itu beliau kampanye di Dumai. Kami bertemu di Hotel Grand Zuri, jam 8 malam, pertemuan cuma 15 menit. Alhamdulillah," ucap Buya Alwi.

Saat itu Buya Alwi bersama ninik mamak 5 orang lainnya dan kepala desa dan dua orang tokoh Riau salah satunya Chaidir mantan Ketua DPRD Provinsi Riau. 

"Inilah pak Jokowi, beliau tidak pernah mengabaikan bila menyangkut keputusan rakyat kecil. Malam itu juga dibuat keputusan, udah, (katanya) ini kita kembalikan, malam itu, menelpon Bu Menteri BUMN, minta diverifikasi dalam satu minggu saja," tandasnya.

Pertemuan berikutnya sebulan kemudian, pihaknya diundang ke istana oleh Presiden Jokowi.

 "Pak Jokowi melaksanakan rapat terbatas tanggal 3 Mei 2019, membahas proses pengembalian lahan 2800 Ha ini ke masyarakat adat Kenegerian Senama Nenek," imbuhnya. 

"Proses sejak bertemu Jokowi sampai keluar keputusan dikembalikan yakni lebih kurang 2 bulan saja. Penyerahan secara simbolis ke masyarakat dilaksanakan pada 26 Desember 2019, dan tanggal 27 Desember 2019 lahan sudah diserahkan ke koperasi Senama Nenek," tutupnya. 

Pewarta : Andika Wiranata
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya