SUARA INDONESIA

Minat Baca Masyarakat Kalah dengan Game Online, Ini Langkah DPRD Purworejo

Widiarto - 24 May 2021 | 17:05
Peristiwa Daerah Minat Baca Masyarakat Kalah dengan Game Online, Ini Langkah DPRD Purworejo

PURWOREJO-Minimnya minat baca masyarakat Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terhadap buku-buku di perpustakan, terlebih dimasa pandemi covid-19 ini, mengundang keprihatinan sejumlah pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purworejo.

Masyarakat, utamanya anak-anak lebih senang bermain game online dan gadget. Menyikapi hal itu Komisi 1 DPRD Purworejo, mengundang Dinas Arsip Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Purworejo dan Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Purworejo guna membahas persoalan itu.

"Minat baca masyarakat sangat memprihatinkan sekali, anak-anak sekarang lebih senang dan kecanduan game online atau gadget ketimbang baca buku," kata anggota Komisi 1 DPRD Purworejo, Timbul Susilo, usai gelar rapat di gedung DPRD Purworejo, Senin (24/5/2021).

Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Purworejo, Budi Sunaryo, menambahkan, dalam rapat itu, Komisi 1 memberikan masukan dan solusi agar Arpusda Purworejo bisa bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Purworejo, supaya guru SD, SMP dan SMA bisa memberikan kebijakan dengan mewajibkan siswanya atau muridnya untuk membaca buku yang ada di perpustakaan.

"Nantinya dalam setiap minggunya murid untuk menyampaikan atau melaporkan buku apa yang dibaca, semoga dengan ide tersebut membangkitkan minat baca anak didik dan lambat laun tidak lagi ketergantungan dengan gandget dan game online," ujarnya.

Kepala Arpusda Purworejo, Sigit Budi Mulyanto, menyambut baik ide dan gagasan dari Komisi 1, agar buku-buku yang ada tidak mubazir dan bisa dibaca oleh anak-anak.

"Kebetulan Arpusda ada layanan E-Book secara online, jadi masyarakat bisa membaca buku yang disukai melalui aplikasi itu," katanya.

Upaya yang telah akan terus dilakukan Arpusda, lanjutnya, dengan melakukan kerjasama dengan sekolah, komunitas guna meningkatkan minat warga untuk membaca. Dengan membaca warga bisa meningkatkan pengetahuan, ketrampilam yang didapat dari buku yang dibaca.

"Dimasa covid-19 ini kami juga telah berkeliling dengan mobil perpustakaan keliling, baik ke sekolah dan ke desa-desa, dan dimasa pandemi ini untuk menghindari kerumunan kami ada program layanan silang, yaitu mengirimkan buku atau kurir ke sekolah untuk diberikan ke siswa yang meminta atau meminjam buku perpustakaan," jelasnya.

Sebagai bentuk ikhtiyar, Arpsuda saat ini juga sedang berbenah dengan melakukan pembangunan gedung Arpusda yang masih dalam proses agar lebih layak sebagai perpustakaan daerah.

"Kami juga terus mendorong dan meningkatkan lterasi minat baca, mengembangkan budaya baca dan mendorong berdirinya perpustakaan desa," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bappeda Purworejo,  Bambang Jati, mengatakan, Bappeda ikut mendukung program Aprusda Purworejo dengan mengusulkan kepada Pemkab untuk meloloskan usulan anggaran 1.2 M tanpa dipangkas atau dikurangi.

"Semoga dengan anggaran tersebut mampu meningkatkan minat baca masyarakat dan program kerja Aprusda bisa berjalan dengan lancar dan sukses," pungkasnya.

Pewarta : Widiarto
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV