SUARA INDONESIA

Hadapi Pembelajaran Tatap Muka, Nur Yasin Dorong Pemerintah Percepat Vaksinasi untuk Guru

Bahrullah - 28 May 2021 | 06:05
Peristiwa Daerah Hadapi Pembelajaran Tatap Muka, Nur Yasin Dorong Pemerintah Percepat Vaksinasi untuk Guru

JAKARTA - Nur Yasin, Angga Komisi IX DPR RI mendorong pemerintah segera mempercepat melakukan vaksinasi untuk para guru di seluruh di Indonesia.

Hal itu disampaikan terkait adanya rencana pembelajaran tatap muka yang dicanangkan pemerintah akan dimulai pada bulan Juli mendatang.

"Kami mendorong agar pemerintah segera mempercepat vaksinasi untuk para dewan guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan," ujarnya dalam sebuah keterangan tertulisnya pada media, Kamis (27/5/2021).

Lebih lanjut, Nur Yasin, menjelaskan, bahwa beberapa lembaga pendidikan di berbagai daerah sudah akan menerapkan pembelajaran tatap muka. Salah satunya di Kabupaten Jember.

Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, merencanakan pembelajaran tatap muka untuk SD, SMP, dan SMA pada tanggal 5 Juli 2021 mendatang.

Namun persoalannya kata salah seorang anggota Fraksi PKB ini, sampai saat ini belum semua tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan yang ada di Jember mendapatkan Vaksin, sehingga dikhawatirkan akan menjadi cluster baru penyebaran Covid-19.

“Pemerintah menyatakan bahwa tahun ajaran baru sudah dapat dimulai dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas pada Juli 2021 mendatang," ujarnya.

Nur Yasin menerangkan, kebijakan itu berdasarkan SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

"Silahkan melakukan PTM, namun dengan prokes yang ketat dan jangan sampai ada cluster baru,” imbuhnya.

Nur Yasin juga mendorong pemerintah agar mempercepat proses vaksinasi bagi para guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan utamanya bagi daerah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka khususnya di Kabupaten Jember.

“Dengan adanya kasus masih banyaknya tenaga pendidik  yang belum  divaksin,  saya meminta kepada pemerintah agar mempercepat dan mendahulukan proses vaksinasi untuk tenaga pendidik atau guru," ujarnya.

Nur Yasin juga meminta agar pemerintah tidak ketergantungan kepada vaksin impor.

Dia mengungkapkan, Vaksin covid-19 menjadi rebutan di seluruh dunia, sehingga pemerintah tidak boleh hanya bergantung kepada vaksin impor.

"Saat RDP dengan Menkes, tegas saya sampaikan, bahwa Pemerintah harus mempercepat proses produksi Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh 7 lembaga yaitu LBM Eijman, LIPI, ITB, UNPAD, UI, UGM dan UNAIR," tuturnya.

Katanya, bila perlu mereka harus bekerja keras. Sehingga dengan begitu, persoalan masih banyaknya tenaga pendidikan yang belum di vaksin, khususnya di kabupaten Jember bisa teratasi dengan baik.

“Dengan adanya kasus masih banyaknya tenaga pendidik  yang belum  divaksin,  saya meminta kepada pemerintah agar mempercepat dan mendahulukan proses vaksinasi untuk tenaga pendidik atau guru," pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui, bahwa Menteri Kesehatan menargetkan proses vaksinasi nasional untuk 181.5 juta sasaran vaksin akan selesai pada bulan Desember 2021.

Namun, pada kenyataannya sampai tgl 25 Mei 2021, dari 181.5 juta sasaran vaksin, hanya ada 15,3 juta orang yang melakukan vaksinasi dosis pertama, dan 10,1 juta orang vaksinasi dosis kedua. Jadi baru sekitar 25,4 juta dosis yang disuntikkan, angka ini sangat jauh dari target tahap kedua yang seharusnya sampai dengan juni 2021 adalah 40,3 juta dosis.

Pewarta : Bahrullah
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV