SUARA INDONESIA

Dinas Pengairan Banyuwangi Ingin Sumber Mata Air Dimanfaatkan dengan Maksimal

Muhammad Nurul Yaqin - 05 June 2021 | 10:06
Peristiwa Daerah Dinas Pengairan Banyuwangi Ingin Sumber Mata Air Dimanfaatkan dengan Maksimal

BANYUWANGI- Pengelolaan sumber mata air yang dimiliki Banyuwangi selama ini dirasa belum maksimal, masih banyak sumber air yang belum dimanfaatkan dengan baik. Untuk itu, kedepan sumber-sumber mata air yang ada di Banyuwangi akan dimanfaatkan dan dikelola dengan baik.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi, melalui Sekretaris Dinas (Sekdin) Riza Al Fahroby, Jumat (4/6/2021).

"Eman, mata air di Banyuwangi sesuai dengan kita ada 348 yang tersebar di 25 kecamatan di Banyuwangi. Dari 348 itu ada sebagian kecil yang debitnya sudah 0, artinya kurang dari 1 meter," papar Riza.

Untuk itu, kata dia, perlu adanya sinergitas seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat. Sebab tidak semua mata air lokasinya berada di tanah desa, perkebunan, dan perhutani, yang bisa dikomunikasikan dengan baik. Namun juga di tanah pribadi warga.

Oleh karenanya, Dinas Pengairan berharap masyarakat yang tanahnya ada sumber mata air juga memiliki kepedulian untuk menjaga, jangan sampai dirusak atau dialih fungsikan.

"Kita menghargai kepemilikan tanah. Namun masyarakat di situ (yang memiliki sumber mata air) jangan serta mengubah pola lahan, biasanya ada mata air dan diatasnya ada tanaman konservasi, kemudian satu dan lain hal terus dikapling, kemudian jadi perumahan," katanya.

Riza mengakui tanpa adanya dengan kewilayahan, baik pemerintah desa dan kecamatan, segala kegiatan yang dilakukan tidak dapat dilakukan dengan baik. Melihat daerah Banyuwangi yang begitu luas.

"Kita tidak bisa menyatukan jika tanpa kerjasama dengan pihak-pihak kewilayahan, sebagai penjembatan ke masyarakat. Ayo kita sama-sama menjaga," ajaknya.

Dia menambahkan, dalam menjaga kelestarian mata air ada beberapa langkah yang sudah dilakukan Dinas Pengairan. Diantaranya melibatkan seluruh pihak untuk peduli dalam menjaga pola lahan atau tata ruangnya.

"Jadi kalau ada sumber mata air, paling tidak kita menangkap tangkapannya di mana. Tangkapan ini menangkap air hujan, udara dari atas untuk mendukung mata airnya," katanya.

Riza melanjutnya, tahun ini Dinas Pengairan mencoba mempermudah untuk observasi dan inspeksi. Dengan inspeksi ini diharapkan memudahkan pihaknya untuk mengendalikan.

"Paling tidak kita ini memberikan sesuatu yang bermanfaat. Kalau kita tidak bisa menjaga menjaga jangan merusak. Selain itu, fungsi menjaga kita, kemarinnya beberapa kawasan sudaj kita tanami dengan bibit baru. Tanaman yang bisa mendukung kapasitas sumber mata airnya," ujarnya. (*)

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya