SUARA INDONESIA

Pemda Kendal Akan Gempur Program Vaksinasi

Zamroni - 03 July 2021 | 15:07
Peristiwa Daerah Pemda Kendal Akan Gempur Program Vaksinasi

Kendal- Bupati Kendal, Dico M Ganinduto meninjau pelaksanaan vaksinasi di PT Kayu Lapis Indonesia (KLI) yang berada di Dukuh Ngebum Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (03/6/2021).

Dalam kesempatan itu, Dico menyampaikan himbauan kepada para karyawan KLI untuk tetap menerapkan prokes dan jaga jarak saat bekerja.

Saat meninjau, Dico didampingi oleh Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Iman Widhiarto dan Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto. Dico juga menyempatkan diri untuk berdialog dan mengedukasi kepada para karyawan KLI untuk selalu menjaga dan menerapkan prokes yakni 5 M dan jaga jarak.

"Alhamdulillah vaksinasi hari ini berjalan lancar. Disini kita berkolaborasi dengan jajaran Forkopimda Kendal dan semua kompak untuk mensukseskan program vaksinasi ini," kata Dico.

Dico berharap, di bulan Agustus nanti, khusunya di zona wilayahan jawa-bali yang menjadi PPKM Mikro darurat ini, bisa mencapai target 70 persen dari total masyarakat yang tervaksinasi.

"Kita akan galangkan terus tampa libur. Kita juga pastikan kita punya nakes yang siap untuk bisa mensukseskan vaksinasi, agar target bisa tercapai dengan maksimal," paparnya.

Untuk stok vaksinasi sendiri di Kendal, saat ini masih ada sekitar 8 ribu dosis. Dirinya juga menyampaikan kalau pihaknya selama ini selalu melaporkan stok vaksin ke Provinsi Jateng melalui aplikasi dan juga melaporkannya kepusat.

"Jika stok vaksin sudah menipis, kita langsung laporkan ke Provinsi dan kita minta segara untuk dikirimkan. Jadi arahan dan intruksi dari Provinsi dan pusat, ketika vaksin datang lansgung disuruh untuk mendistribusikan dan menghabiskannya," tuturnya.

Dico menambahkan, pihaknya akan memaksimalkan program vaksinasi ini. "Dalam waktu dekat, kita akan membuka gerai vaksinasi yang bisa terintegrasi dari Pemda, Polri,TNI dan semua akan melakukan vaksinasi terpusat. Kita juga akan menjadikan tempat permanen untuk melakuan vaksinasi itu," imbuhnya.

Terkait penerapan PPKM mikro darurat di Kendal, Dico mengatakan, pihaknya berencana akan melakukan penjagaan dan membuat pos penjagaan di beberapa titik di Kendal.

"Jadi Ketika ada kendaraan pribadi maupun umum yang masuk dan keluar nanti harus melampirkan tes antigen. Kita akan aplikasikan ini dan kita akan pastikan arus masuk-keluar kendal aman," tandasnya.

Setelah dari PT KLI, kemudian Dico bersama rombongan melanjutkan perjalannya menuju wilayah Kecamatan Boja untuk meninjau penerapan prokes di titik-titik keramaian yang ada di wilayah Boja dan Dico juga menyempatkan diri untuk mengunjugi tempat isolasi terpusat yang berada di Balai Desa Boja. Kemudian, Dico bersama rombongan juga meninjau vaksinasi di CV. Merapi Boja.

Sementara itu, Dandim 0715/Kendal, Letkol Iman Widhiarto, saat mendampingi Bupati Kendal di PT KLI Kaliwungu menyampaikan bahwa, untuk vaksinasi hari ini tidak hanya dari Kodim Kendal saja, Namun dari vaksin Nasional.

"Sesuai intruksi dari Presiden RI, Kita semua yang dari TNI, Polri, Mentri kesehatan untuk secepatnya melaksanakan vaksinsi dengan target satu hari satu juta vaksin. Jadi untuk mengejar itu, sumber daya manusia dari TNI, Polri dan Pemda kita satukan untuk vaksinasi itu," terangnya.

Iman melanjutkan, vaksinasi saat ini kita kolaborasi dengan Pemda, agar tercipta kecepatan dan kita bisa mencapai kekebalan sosial secara cepat.

"Terkait pengamanan PPKM darurat, kita dari TNI akan melaksanakan pengamanan dan satga kekebalan. Jika Ketika nanti terjadi ketidak kuatan petugas PPKM darurat di dalam sistem keamaan berlapis mirkro, maka TNI dan pasukan TNI akan dikerahkan untuk operasi kekebalan ini," pungkasnya.

Sementara, Kepala Divisi HRD dan GA PT KLI Kaliwungu, Benediktus Boku, mengatakan, untuk saat ini Karyawan PT KLI yang ikut vaksinasi ada sekitar 5790 karyawan dan itu di luar 300 karyawan yang sudah ikut vaksin di Polres Kendal.

'Vaksin ini dari Pangdam TNI Diponegoro yang berkolaborasi dengan Pemda yang di mulai sejak tanggal 30 Juni 2021 dan akan dilaksanakan sampai tanggal 5 Juli 2021 dengan pembagian 4 tim, satu tim ada 600 karyawan divaksin. Total jumlah karyawan saat ini ada 6090. Pihaknya akan pastikan semua karyawan bisa tervaksin," tuturnya.

Ia berharap, setalah pelaksanan vaksin ini, kekebalan atau imunitas tubuh karyawan bisa meningkat.

"Sehingga karyawan bisa terhindar dari covid-19 dan karyawan lebih bisa produktif dan perusaan bisa berjalan dengan baik, exsis dan bisa terjaga," pungkasnya.
 

Pewarta : Zamroni
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya