SUARA INDONESIA

Tolak Perpanjangan PPKM Darurat, Aliansi Pemuda Datangi Bupati Gresik

Syaifuddin Anam - 19 July 2021 | 15:07
Peristiwa Daerah Tolak Perpanjangan PPKM Darurat, Aliansi Pemuda Datangi Bupati Gresik

GRESIK - Sejumlah aliansi pemuda di Gresik mendatangi Kantor Bupati Gresik, Senin (19/7/2021). Mereka menolak perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Kebijakan PPKM Darurat tidak maksimal. Banyak masyarakat kecil yang dirugikan, terutama para pedagang kaki lima (PKL)," kata Ketua Forum Kota (Forkot) Gresik, Haris Sofwanul Faqih saat melakukan pertemuan dengan Bupati Gresik Fandi Akhamd Yani dan TNI-Polri.

Haris menyampaikan, di Kota Pudak banyak PKL yang mengeluh karena pendapatannya menurun drastis. Ada pula yang tidak laku karena dibatasi dengan jam malam. Terutama PKL yang hanya berjualan di malam hari.

"Mereka buka pukul 18.00 WIB, kemudian pukul 20.00 WIB diminta tutup. Sedangkan buat makan sehari-hari hasil jualan itu. Kalau seperti ini, mereka makan apa," tanya Hari kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Pihaknya meminta pemerintah daerah memberikan formulasi baru. Selain memikirkan penanganan Covid-19, juga harus melihat kondisi ekonomi masyarakat kecil.

"Meski belum ada keputusan resmi perpanjangan PPKM Darurat, kami beranggapan perpajangan tidak perlu. Karena tidak maksimal," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Genpatra (Gerakan Pemuda Nusantara) Ali, menyebut, sejak PPKM Darurat diberlakukan dampak ekonomi sangat besar. 

Banyak warga yang tidak bisa bekerja karena tidak lolos operasi penyekatan. Padahal, mereka harus mencukupi kebutuhan hidup anak istrinya.

"Makanya, setiap aturan yang berdampak kepada masyarakat, harus diimbangi dengan solusi. Kebutuhan masyarakat terjamin," ujarnya.

Menanggapi tuntutan mereka, Bupati Gus Yani menjelaskan, aturan PPKM Darurat merupakan produk pemerintah pusat. Daerah hanya menjalankan. Namun, tidak saklek serta merta dilakukan begitu saja.

"Kami sampaikan bahwa pemerintah tidak diam. Berbagai upaya terus kami lakukan, mulai dari membuat posko darurat batalan solial untuk warga isoma dan yang terdampak Covid-19," ujar Gus Yani.

Gus Yani berharap, dalam kondisi seperti ini dirinya ingin semua pihak saling mengerti dan mendukung bersama-sama menekan kasus Covid-19. 

"Banyak tenaga kesehatan (nakes) yang mengeluh karena pasien Covid-19 terus bertambah. Sektor ekonomi dan kesehatan ini sangat penting, jika ada masalah mari duduk bersama," ungkapnya.

Tuntutan para aliansi nantinya akan disampaikan ke pemerintah pusat. Namun, upaya pemerintah menyiapkan di hilir sudah dilakukan.

Misalnya, menambah jumlah bed rumah sakit dan meningkatkan rumah sakit Stadion Gelora Joko Samudro (GJOS) status sedang. Dan penambahan pipa oksigen sepajang 1 km langsung dari pabrik.

"Ini bagian dari hilir. Kuncinya adalah di hulunya. Kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan," pungkasnya.

Pewarta : Syaifuddin Anam
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya