SUARA INDONESIA

Pandemi, Pejabat Ngawi Enggan Diwawancarai Awak Media, WFH Ngapain Saja?

Ari Hermawan - 24 July 2021 | 17:07
Peristiwa Daerah Pandemi, Pejabat Ngawi Enggan Diwawancarai Awak Media, WFH Ngapain Saja?

NGAWI - Kondisi pandemi virus covid-19 hingga saat ini makin meluas hingga pemerintah pusat harus menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat secara ketat.

Atas kebijakan tersebut, guna mengurangi penyebaran virus covid-19, para pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta staff lain diminta untuk bekerja dengan sistem Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah.

Namun, kenyataan berbeda dengan sistem WFH yang diintruksikan oleh Bupati Ngawi Ony Anwar melalui surat edaran yang diterbitkan. Faktanya masih ada pejabat kepala dinas di Kabupaten Ngawi yang tidak menjawab awak media saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) misalnya. Saat bertepatan Hari Anak Nasional (HAN) (23/7) kemarin, wartawan suaraindonesia.co.id mencoba bertanya melalui pesan singkat WhatsApp bahkan mengubungi melalui seluler. Namun, hingga berita ini dimuat pada, Sabtu (24/7/2021) kepala dinas tersebut belum juga menjawab. 

Padahal pesan singkat WhatsApp terlihat aktif, terlebih awak media hanya ingin menanyakan edukasi apa yang perlu disampaikan oleh DP3AKB Kabupaten Ngawi kepada perempuan dan anak-anak di Ngawi ditengah pandemi saat bertepatan pada momen Hari Anak Nasional 2021, akan tetapi tidak direspon.

Hal ini serupa dialami beberapa wartawan yang ada di Ngawi, para insan pers kesulitan menghubungi narasumber dari birokrasi yang gajinya berasal dari rakyat tersebut. Atas perilaku para pejabat inipun mendapatkan respon dari masyarakat.

"Seharusnya ini tidak terjadi, di saat pandemi inikan para ASN tidak masuk kantor, bukan berarti dia libur. Mereka WFH, kalau tidak bisa dihubungi wartawan lantas mereka pejabat yang digaji rakyat selama WFH ngapain saja?," Ucap Nar penggiat medsos yang enggan disebutkan namanya.

"Meskipun kondisi seperti ini, rakyat juga butuh edukasi, butuh semangat, butuh kebersamaan dan butuh informasi. Jangan seperti itu," tukasnya.

Pewarta : Ari Hermawan
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya