SUARA INDONESIA

PMI Purworejo Luncurkan Pengolahan Donor Plasma Konvalesen

Widiarto - 23 August 2021 | 12:08
Peristiwa Daerah PMI Purworejo Luncurkan Pengolahan Donor Plasma Konvalesen

PURWOREJO - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, meluncurkan pengolahan donor plasma konvalesen di UDD PMI Kabupaten Purworejo, pada Senin (23/8/2021).

Ketua PMI Kabupaten Purworejo, yang juga sebagai Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, menjelaskan, di Jawa Tengah belum banyak donor plasma konvalesen, saat ini baru terdapat enam PMI Kabupaten yang memiliki pengolahan donor plasma konvaselen, yakni Kota Semarang, Pati, Surakarta, Cilacap, Banyumas dan Kebumen.

Ada beberapa kendala dalam pengolahan donor plasma konvaselen itu, salah satunya biaya perawatan yang masih mahal, selain itu sulitnya mendapatkan donor plasma konvalesen, sementara jumlah pasien yang membutuhkan donor semakin banyak.

“Saya menghimbau kepada para penyitas covid-19 agar dapat menyumbangkan plasma darahnya. Kami juga mohon dukungan semua pihak terkait, agar pelaksanaan donor plasma konvalesen di PMI Kabupaten Purworejo berjalan dengan lancar,” pesan Yuli.

Ada beberapa syarat untuk bisa menjadi donor plasma konvalesen, yaitu diantaranya berusia 18-60 tahun, berat badan lebih dari 55 kg, diutamakan pria jika wanita belum pernah hamil, pernah terkonfirmasi covid-19 dan menunjukan surat keterangan sembuh dari dokter yang merawat. Bebas keluhan minimal 14 hari, tdak menerima transfusi darah salama 6 bulan terakhir.

"Dan lebih diutamakan pernah mendonorkan darah," katanya.

Bupati Purworejo, Agus Bastian, yang turut hadir dalam peluncuran itu, menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada PMI Kabupaten Purworejo atas kinerjanya selama ini dalam penanganan dampak bencana pandemi covid-19. Dirinya juga bersyukur atas tersedianya pelayanan pengolahan plasma konvalesen PMI Kabupaten Purworejo.

“Allhamdulillah, saat ini PMI Kabupaten Purworejo telah memiliki peralatan untuk melakukan pengolahan plasma konvalesen. Keberadaan alat ini juga akan dapat mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yaitu program Gedor Lakon atau Gerakan Donor Plasma Konvalesen,” katanya.

Diungkapkan, saat ini kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo mulai melandai. Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat inap di rumah sakit terus mengalami penurunan, meskipun masih cukup tinggi. Diantara pasien yang dirawat inap tersebut, juga masih ada beberapa pasien dengan tingkat keparahan yang berat.

“Dari level empat, sekarang kita turun menjadi level tiga. Mudah-mudahan dalam waktu dekat turun menjadi level dua. Insya Allah akan terus melandai. Namun jika Purworejo harus hidup berdampingan dengan covid-19, saya yakin masyarakat Purworejo akan mampu beradaptasi,” jelasnya.

Disampaikan, saat ini pemerintah telah menetapkan bahwa salah satu terapi untuk pasien covid-19 dengan kategori berat adalah terapi dengan donor plasma konvalesen. Yaitu pemberian donor plasma dari dari penyintas Covid-19 kepada para pasien yang sedang dirawat inap di rumah sakit.

Namun realitas saat ini menunjukkan bahwa jumlah permohonan plasma konvalesen tidak sebanding dengan stok yang tersedia. Jumlah calon donor penyintas Covid-19 masih sangat kecil, jika dibanding perkiraan jumlah penyintas yang memiliki potensi untuk menjadi donor plasma konvalesen.

Di sisi lain, banyak penyintas Covid-19 yang tidak mengetahui bahwa mereka dapat menyumbangkan plasma konvalesen ke pasien aktif Covid-19.

“Saya berharap, kemudahan sarana ini akan menggugah empati dan memotivasi para penyintas Covid-19, agar bersedia mendonorkan plasma konvalesen untuk membantu pasien Covid-19 yang membutuhkan,” harap Bupati.

 

Pewarta : Widiarto
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV