SUARA INDONESIA

Bupati Keerom Ingatkan Pemodal Dibalik Rusaknya Ratusan Hektar Hutan di Kampung Bate

Mustakim Ali - 23 August 2021 | 12:08
Peristiwa Daerah Bupati Keerom Ingatkan Pemodal Dibalik Rusaknya Ratusan Hektar Hutan di Kampung Bate

KEEROM - Bupati Kabupaten Keerom, Piter Gusbager sangat geram setelah melihat langsung kondisi hutan yang rusak parah di Kampung Bate Distrik Arso pada, Senin (23/08/2021).

Dalam sidak kali ini, Bupati Keerom, Piter Gusbager didampingi Pejabat Sekda Keerom, Daniel Panca Pasanda, Kapolres Keerom, AKBP Christian Aer, Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Badan Pertanahan Keerom, serta Forkopimda terkait lingkungan Pemkab Keerom.

Disela sidak berlangsung Bupati Keerom, Piter Gusbager menegaskan bahwa aktivitas yang ada di lokasi tersebut merupakan ilegal karena tidak ada ijin atau kordinasi kepada pemerintah atau pihak terkait dan wilayah tersebut masuk dalam Kawasan Hutan Lindung Produksi Terbatas.

"Kita akui bahwa ini tanah adat, tetapi bukan berarti dikelola sembarangan seperti ini, apalagi fakta yang ada sekarang di lokasi ini tentu sudah mengancam keselamatan lingkungan hidup yang nanti akan memberikan dampak bagi masyarakat, seperti bencana alam atau banjir," jelas Bupati Keerom.

Bupati juga menambahkan bahwa Pemkab Keerom sangat menghargai hak masyarakat adat untuk mengelola tanah-tanah adat, akan tetapi pengelolaan yang dimaksud harus diperjelas. Untuk itu dirinya berharap perlu ada kordinasi dengan pemerintah daerah atau dinas-dinas terkait, apalagi daerah ini masuk dalam kawasan hutan lindung produksi terbatas dimana ada undang-undang yang mengaturnya.

"Saya ingatkan para pemodal dibalik aktivitas ilegal di kawasan ini untuk jangan coba-coba untuk bermain. Perlu kalian ketahui uang banyak tidak menjadi ukuran untuk buka lahan seenaknya, hargai aturan pemerintah dan yang punya kawasan atau daerah ini," tegas bupati.

Dikesempatan tersebut juga Bupati Piter Gusbager menemui Udin selaku penanggung jawab lapangan bersama beberapa para pekerja untuk menjelaskan bahwa kegiatan yang mereka lakukan tersebut sudah melangar aturan yang ada. Untuk itu Bupati memerintahkan agar tidak ada lagi aktivitas di lokasi tersebut.

"Mulai saat ini stop, tidak ada lagi aktivitas di sini. Ini daerah penyangga yang berpengaruh besar terhadap pemukiman warga ketika digundulkan seperti ini. Kita ketahui bersama bahwa belakangan ini wilayah Keerom dilanda banjir bandang," tegas bupati kepada para pekerja di lokasi tersebut.

Menurut Bupati, pengelolaan lahan seluas kurang lebih 200 hektar tersebut baru diketahui beberapa hari terakhir tapi ketika melihat dari kerusakan yang terjadi diperkirakan sudah berlangsung berbulan-bulan. Usai sidak bupati langsung memasang papan peringatan untuk tidak melakukan aktivitas kembali di lokasi tersebut.

Pewarta : Mustakim Ali
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV