SUARA INDONESIA

Komisi IV DPR RI Dapil Jateng VI dan Kementrian Pertanian Gelar Bimtek Teknik Budidaya dan Pengolahan Jambu Kristal

Widiarto - 07 September 2021 | 11:09
Peristiwa Daerah Komisi IV DPR RI Dapil Jateng VI dan Kementrian Pertanian Gelar Bimtek Teknik Budidaya dan Pengolahan Jambu Kristal

PURWOREJO - Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jateng VI (Purworejo, Magelang Raya, Temanggung dan Wonosobo) bersama bersama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani/ Pelaku Usaha di bidang Hortikultura berupa Teknik Budidaya dan Pengolahan Hasil Jambu Kristal di hotel Sanjaya In Purworejo, pada Selasa (7/9/2021).

Bintek digelar sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para petani. 

Hadir sebagai nara sumber yaitu Direktur Perlindungan Hortikultura Ditjen Hortikultura, Dr Inti Pertiwi Nashwari, Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura DPPKP Kabupaten Purworejo Eko Anang SW, Bintek Budidaya Jambi Kristal, Indra Setya Pambudi dan Pratomo serta sejumlah petani jambu kristal dari Desa Munggangsari.

Anggota Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jateng VI, Vita Ervina, dalam sambutanya secara virtual mengatakan, Kegiatan Bimtek itu dilaksanakan sebagai salah satu strategi program aksi dukungan Pemerintah kepada dari sektor Pertanian dalam upaya Membangun Indonesia Tangguh melalui pembangunan pertanian dan tentunya sebagai modal awal dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan di negeri kita. 

"Bimtek Pertanian bidang Hortikultura ini difokuskan kepada komiditi jambu kristal, ini ada ceritanya, yaitu merupakan kelanjutan dari aspirasi masyarakat khususnya di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag kepada saya. Katanya pertemuannya jangan yang pertama dan terakhir. Nah ini walaupun virtual, saya menjawab permohonan adanya pelatihan terkait dengan peningkatan nilai tambah jambu kristal bagaimana mengolah jambu kristal menjadi aneka panganan," katanya.

Diungkapkan, pada akhir April 2021 lalu,  saat melakukan kegiatan serap aspirasi sekaligus ber-agrowisata petik sendiri ke lahan pertanian jambu kristal di Desa Munggangsari, Vita sudah mencicipi Rujak jambu kristal yang segar dan enak, juga sudah dibuat menjadi grubi. 

"Peran DPR dalam mendukung sector Pertanian dan beberapa upaya dan kebijakan pembangunan di sektor pertanian telah dilakukan oleh Pemerintah, untuk meningkatnya produksi dan cadangan pangan nasional melalui Pengembangan Kampung Hortikultura, meningkatnya nilai tambah komoditas pertanian dan kesejahteraan petani, melalui Penumbuhan UMKM Hortikultura (sarpras dan pengolahan hasil), tersedianya dukungan sarana dan prasarana dalam pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan berbasis korporasi. Melalui Digitalisasi Pertanian melalui pengembangan Sistem Informasi (SI)," jelasnya.

Disebutkan bahwa sarpras pengolahan hasil hortikultura dapat menjadi sarana dalam penguatan kelompok tani dengan mengolah hasil pertaniannya. Mengingat Purworejo mempunyai potensi lahan pertanian yang sangat subur dan luas sangat mudah untuk dikembangkan, khusus di sepanjang pesisir selatan kabupaten Purworejo salah satunya adalah jambu kristal. 

"Maka perlu perhatian khusus untuk mengupayakan agar jambu kristal Purworejo mampu bersaing dari segi kualitas dan hasilnya dapat dipasarkan dalam bentuk aneka macam olahan. Apalagi Jambu kristal cukup populer di masyarakat, banyak mengandung vitamin C dan E, dan juga ada antioksidannya bagus untuk kesehatan, sehingga kita meningkatkan imun tubuh dan manfaat lainnya. Jambu kristal sendiri bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti aneka ragam rujak, manisan, asinan, salad buah, selai, nastar, bolu, puding, dodol, pie jambu dan aneka minuman seperti Jus campuran buat diet, buat kesehatan, smothies, es buah/ sop buah, es krim, sari buah, (campuran daun dan buah, bisa jadi teh), saus, setup jambu," ujarnya.

Vita berharap kegiatan itu dapat memberikan manfaat pengetahuan tambahan dan terbaru, pencerahan, motivasi, dan semangat yang kuat, khususnya kepada kelompok tani yang ada di Kabupaten Purworejo. 

"Peserta yang hadir pada hari ini yaitu sebagian besar dari kelompok tani Dusun Pejagran desa Munggangsari, dan beberapa desa lain yang menjadi sentra pertanian jambu kristal. Yang sebetulnya sudah sangat paham betul di bidangnya, namun saya harap juga kegiatan ini bisa sebagai ajang menjalin komunikasi, koordinasi, bantuan dan tentunya jaringan yang diperlukan untuk memperluas pemasaran, sehingga harapan kita bersama, komoditas buah kita bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri, dan kemudian bisa merambah ke pasar global melalui ekspor, sehingga para petani merasa terlindungi dari serangan impor, dan dapat juga tersenyum karena sejahtera," harapnya.

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura DPPKP Kabupaten Purworejo Eko Anang SW, mengatakan, daerah selatan Purworejo memiliki potensi cukup bagus dalam pertanian hortikultura, utamanya di Kecamatan Grabag dan Kecamatan Ngombol. 

"Kecamatan Grabag memang berkeinginan menjadi kampung jambu kristal Purworejo dengan areal 175 hektar dan Kecamatan Ngombol ada sekitar 60 hektar. Selain jambu kristal ada juga tanaman sayuran lain seperti cabe, terong, semangka dan melon, adapun Kecamatan Grabag serta Ngombol adalah sentranya," katanya.

Disampaikan, Dinas juga telah mengusulkan ke Kementrian bahwa Purworejo juga mempunyai potensi durian yang cukup banyak, dengan telah melepas vaietas durian Purworejo bernama Sikatap yang sekarang ini masih memperbanyak bibit, serta manggis yang dikembang di Kaligesing dengan varietas unggul lokal Purworejo yang sudah dilepas oleh Mentri Pertanian beberapa waktu lalu. 

"Dinas telah berupaya dengan anggaran baik dari APBD maupun pusat untuk mengembangkan potensi hortikultura lokal Purworejo," pungkasnya.

Pewarta : Widiarto
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV