SUARA INDONESIA

Fraksi PDIP Surabaya Terima Aduan Dugaan Praktek Jual Beli Bangku Sekolah

Lukman Hadi - 16 September 2021 | 18:09
Peristiwa Daerah Fraksi PDIP Surabaya Terima Aduan Dugaan Praktek Jual Beli Bangku Sekolah

SURABAYA - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya kembali mendapat laporan warga terkait problematika dunia pendidikan.

Jika sebelumnya partai berlogo kepala banteng ini juga menerima aduan wali murid jalur mitra warga karena dimintai biaya pembelian seragam sekolah.

Namun, laporan yang didapat Fraksi PDIP Surabaya kali ini mengenai dugaan jual beli bangku sekolah oleh seorang oknum di salah satu SMPN yang ada di Surabaya.

"Fraksi PDIP selalu siap membantu warga masyarakat yang memiliki permasalahan. Seperti adanya ijazah yang tertahan, pungutan iuran seragam dan berbagai persoalan lain yang menyusahkan masyarakat," ujar Sekretaris Fraksi PDIP, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am saat ditemui di ruang Fraksi PDIP DPRD Surabaya, Kamis (16/9/2021).

Sebagai tindaklanjut keseriusan Faksi PDIP ini ditunjukkan dengan mengutus Bidang Kehormatan Partai dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

"Akan dilakukan penyelidikan oleh Abah Sjukur (Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Surabaya) yang kita rekomendasikan untuk menyelesaikan permasalahan ini," jelasnya.

Untuk selanjutnya, ia menyerahkan penuh permasalahan yang terjadi kepada Badan Kehormatan Partai untuk memastikan progresnya.

"Ya nanti kan tergantung pendalaman dari Abah Sjukur nanti kita tanyakan progresnya seperti apa," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDIP Surabaya, Sjukur Amaludin mengatakan, selama melakukan pendalaman terkait permasalahan ini pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan akhir.

"Kalau memang permasalahan ini benar, maka tidak menutup kemungkinan oknum yang melakukan hal-hal negatif atau yang berkaitan dengan pidana itu kami akan tindak tegas," jelasnya.

Diketahui, Fraksi PDIP mendapat laporan dari seorang warga Tambak Sari bernama Mat Arifin, jika anaknya dijanjikan masuk ke salah satu SMPN tapi dengan membayar sejumlah uang.

"Uang sudah diterima, tapi nasib anak saya belum jelas. Jadi belum ada panggilan masuk sekolah," terang Arifin.

Pewarta : Lukman Hadi
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV