SUARA INDONESIA

Bupati Keerom: Sebagai Motor Pengerak Pembangunan, Pembinaan SDM Masyarakat Adat Sangat Penting

Mustakim Ali - 22 September 2021 | 07:09
Peristiwa Daerah Bupati Keerom: Sebagai Motor Pengerak Pembangunan, Pembinaan SDM Masyarakat Adat Sangat Penting

KEEROM - Sebagai salah satu motor penggerak pembangunan, pengembangan dan pembinaan SDM masyarakat adat harus dilakukan baik secara kelembagaan maupun lewat pranata kebudayaan.

Hal ini disampaikan Bupati Kabupaten Keerom, Piter Gusbager dalam membuka kegiatan Pengelolaan Budaya yang Masyarakat Pelakunya Lintas Daerah kabupaten/kota dalam satu daerah, (pembinaan SDM, Lembaga dan Pranata Kebudayaan di Kabupaten Keerom yang berlangsung di Arso Grand Hotel, Selasa (21/09/2021).

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu, masyarakat adat sangat membutuhkan peningkatan kapasitas agar menjadi salah satu motor penggerak pembangunan untuk mendukung dan mendorong pembangunan di negeri tapal batas ini.

Untuk itu, Bupati sangat apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua yang telah menggagas kegiatan tersebut demi peningkatan SDM masyarakat adat dalam mewujudkan perubahan di Kabupaten Keerom.

‘’Saya sambut dengan gembira kegiatan ini, karena pembinaan SDM, lembaga dan pranata kebudayaan berupa norma, aturan, dan nilainya sangat penting. Hubungannya jelas, tanpa SDM yang baik maka masyarakat adat tidak akan berkembang,’’ ujar Piter Gusbager dalam arahnya.

Dirinya mengakui bahwa terlalu banyak persoalan yang ada di keerom yang sampai saat ini belum terselesaikan. Pemerintah mendorong agar LMA dan Dewan Adat Keerom untuk bersatu menjadi pendorong dan berkontribusi bagi pembangunan.

‘’Posisi lembaga adat sendiri harus kuat, dan ini harus didukung SDM yang baik sehingga mampu berkolaborasi dengan para pihak terkait dalam pembangunan. Lembaga adat secara umum harus menyesuaikan diri dengan perubahan, kalau tidak maka adat akan terbelakang bahkan menjadi penghambat. Tentu ini tidak boleh terjadi,’’ ujarnya.

Bupati juga sangat mendukung penuh penguatan bagi masyarakat adat dan bisa ditunjuk salah satu kampung adat untuk menjadi showcase atau kampung percontohan.

 ‘’Saat ini bahasa ibu mulai terkikis, bisa saja kedepan akan ada sekolah adat yang menyangkut bahasa ibu. Karena ini salah satu dari karya, karsa dan kehendak adat, dan ini selaras dengan visi dan misi kami, yaitu bagaimana memantapkan manusia SDM Keerom menjadi manusia yang religius, berbudaya dan berkualitas. Saat ini juga sedang kita siapkan Raperda Perlindungan bahasa dan sastra di Kabupaten Keerom,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Budaya dan Seni, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua, Semuel Penggu mengemukakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan agar masyarakat adat sadar dan mengerti betapa budaya itu penting dan harus dikelola dengan baik. Dan keerom dinilai tepat untuk menggelar kegiatan ini.

‘’Di Keerom sekarang komposisi penduduk yang heterogen, ada dari gunung dan non OAP, agar pranata kebudayaan di Keerom bisa menghadapi tantangan kebudayaan yang datang, harus ada penguatan seperti hari ini," bebernya.

Diakuinya bahwa di Papua diperkirakan ada 200-300 bahasa ibu, namun karena tantangan budaya inilah maka kita perkirakan ada beberapa Bahasa ibu yang telah hilang.

"Ada banyak generasi muda sekarang tidak tau bahasa ibu, inilah tugas orang tua dan pemangku adat untuk mengajarkan hal ini agar tidak hilang,’’ pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri masyarakat dan tokoh adat, para ketua dan pengurus LMA dan DAK Keerom. Diantaranya Bonefasius Muenda (Ketua LMA Keerom), Servo Tuamis (Ketua Dewan Adat Keerom) dan dari pemerintahan selain bupati juga hadir asisten I Setda Keerom, Daniel Pantja Pasanda, Plt Kadinas Pariwisata Keerom, Anton Sumel, Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Keerom, Noak Wasanggai dan tamu undangan lainnya.

Pewarta : Mustakim Ali
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV