SUARA INDONESIA

Perangi Mafia Tanah jadi Momentum Peringatan Hari ATR di BPN Purworejo

Widiarto - 24 September 2021 | 11:09
Peristiwa Daerah Perangi Mafia Tanah jadi Momentum Peringatan Hari ATR di BPN Purworejo

PURWOREJO - Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggelar upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Tahun 2021, dihalaman kantor BPN Purworejo, pada Jumat (24/9/2021).

Berkesempatan hadir sebagai inspectur upacara, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti. Selain itu, upacara tersebut diikuti Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Purworejo Andri Kristanto SKom MT, para pejabat struktural serta para pegawai Kantor ATR/BPN Kabupaten Purworejo.

Menteri Agraria Dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional  Sofyan Djalil dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati mengatakan, peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Tahun 2021 mengusung tema Percepatan Pemulihan Ekonomi melalui Pelayanan Tata Ruang dan Pertanahan yang Profesional.

Dikatakan bahwa dalam rangka memerangi Kejahatan Pertanahan atau yang dikenal dengan Mafia Tanah yang semakin meresahkan masyarakat, Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) bersama-sama mengurangi dan memberantas Mafıa Tanah sampai ke akarnya. Beberapa kasus besar sudah diungkap, ada yang sudah divonis dan ada juga yang sedang dalam proses hukum.

“Bagi pegawai Kementerian ATR/BPN baik ASN ataupun PPNPN jangan sekali-kali menjadi bagian dari Mafıa Tanah. Saya tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas bahkan memecat oknum yang terbukti terlibat,” tegasnya.

Sementara dalam rangka percepatan PTSL, menurutnya membutuhkan kontribusi utamanya dari pemangku kepentingan untuk menyukseskan program ini dengan membantu masyarakat yang kurang mampu melalui penyediaan anggaran Pra-PTSL. Serta membantu meringankan beban masyarakat dengan pengurangan atau bahkan penghapusan BPHTB sehingga target tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia terdaftar dapat dicapai.

“Masih banyak dijumpai kendala sertipikat tidak terbit karena masyarakat tidak mampu membayar BPHTB,” ungkapnya.

Menurutnya, Kementerian ATR/BPN saat ini sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Semangat perubahan ini hendaknya menjadi landasan pegawai di lingkungan Kementerian ATR/BPN untuk dapat menjaga integritas, selalu bekerja keras, inovatif, kolaboratif, dan kreatif dalam menghadapi perubahan organisasi ke depan.

“Maka dari itu seleksi untuk rekrutmen pegawai ataupun promosi pejabat sudah dilakukan dengan sistem CAT dan talent pool, dengan lebih profesional dan bertanggungjawab,” tandasnya.

Pada momen apel tersebut juga diserahkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 14 pegawai ATR/BPN Kabupaten Purworejo.

Selain itu diserahkan secara simbolis  Sertipikat Wakaf 2 bidang atas nama Perkumpulan Nahdlatul Ulama, Yayasan Abdul Rozak Desa Besole. Juga Sertipikat Hak Milik 1 bidang atas nama Majelis Gereja Kristen Jawa Kutoarjo, Sertipikat Hak Pakai atas nama Pemerintah Desa Kebonsari, Sertipikat Hak Milik Program PTSL Desa Clapar dan Sertipikat Hak Milik Program Lintas Sektor Desa Tlogoguwo. Apel ditutup dengan penyerahan piagam pegawai teladan kepada Waluyo Hartani dan Miftakhul Anwar.

Pewarta : Widiarto
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV