SUARA INDONESIA

Tanggapan Komisi I DPRD Purworejo Terkait Kerumunan Vaksinasi di Pendopo Purworejo

Agus Sulistya - 29 September 2021 | 15:09
Peristiwa Daerah Tanggapan Komisi I DPRD Purworejo Terkait Kerumunan Vaksinasi di Pendopo Purworejo

PURWOREJO - Antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19, di sentra vaksinasi yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten Purworejo, hingga menimbulkan kerumunan, mendapat tanggapan dari Komisi 1 DPRD Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (29/09/2021).

Luhur Pambudi selaku anggota Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo menyampaikan, membludaknya warga yang datang untuk mengikuti vaksinasi, hingga terjadi kerumunan dinilai menjadi sebuah keteledoran Pemkab dalam kesiapan pelaksanaan vaksinasi massal tingkat Kabupaten. DPRD Purworejo mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan berencana akan menanyakan ke Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Purworejo, terkait pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal di Pendopo Kabupaten Purworejo.

"Kebetulan tadi saya ada acara di kantor Pos Purworejo, melewati lokasi vaksinasi itu, kami sungguh merasa sangat prihatin, karena ini sebagai corong masyarakat kita galakkan bagaimana menggunakan vaksin yang baik dan masyarakat bisa vaksin," ucapnya.

Lebih lanjut, Luhur mengatakan, terutama bagi usia 60 tahun keatas, kalau melihat kejadian di pendopo tersebut hingga mengantri di perempatan kantor pos.

"Seolah-olah karena ini kegiatan tingkat kabupaten apalagi lokasi didepan ketua satgas covid-19 artinya di purworejo ini tidak tertata, tidak terencana dengan baik kalau vaksin kan ada schedul waktu jumlah orang dan lain sebagainya. Ini kan semua terlibat mulai dari dinas kesehatan dan perangkat yang lain, nanti akan coba kita tanyakan kepada ketua satgas covid kenapa bisa terjadi seperti itu, secara resmi DPRD juga akan memastikan menanyakan hal ini," katanya.

Luhur menambahkan, bahwa dari DPRD tidak lagi ngurusi politik dan lainya tapi juga fokus pada kepentingan masyarakat terkait penanganan covid yang lagi gencar gencarnya di purworejo, supaya membaik dari level 3 berharap bisa turun menjadi level 2.

"Dinas kesehatan kan bisa mengarahkan ke level 2 tinggal bagaimana pencapain vaksin usia sekian dan kematian menurun bisa level 2, kalau kejadian ini kan bisa baik lagi jika ada warga tertular kan kita tidak tau yang belum vaksin itu siapa," imbuhnya.

"harapanya tidak terjadi lagi hal yang demikian yang pasti secara resmi DPRD akan menanyakan kepada Ketua Satgas sehingga bisa terjadi demikian, karena ini sungguh keteledoran, menurut saya karena terencana dan harusnya bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.

Pewarta : Agus Sulistya
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV