SUARA INDONESIA

Protes dengan PLN Warga Geruduk DPRD Ende

Romualdus Pius - 12 October 2021 | 10:10
Peristiwa Daerah Protes dengan PLN Warga Geruduk DPRD Ende

ENDE - Puluhan warga Kota Ende menggeruduk gedung DPRD Kabupaten Ende, Selasa  (12/10/2021).

Aksi warga tersebut sebagai ungkapan protes kepada manajemen PT PLN Area Flores Bagian Barat yang menurut warga telah memaksa mereka untuk melakukan migrasi listrik dari pasca bayar menjadi pra bayar atau yang dikenal dengan nama listrik pintar.

Tasim Poli salah seorang warga saat melakukan dialog dengan Komisi II DPRD Kabupaten Ende mengatakan dia dan puluhan warga lainnya yang saat ini masih menggunakan meteran listrik pasca bayar merasa kecewa dengan manajemen PT PLN Area Flores Bagian Barat yang terkesan memaksa warga untuk segera melakukan migrasi meteran listrik dari pasca bayar menjadi pra bayar.

Tasim mengungkapkan bahwa dia dan warga sebelumnya sempat mendatangi Kantor PLN Area Flores Bagian Barat di Jalan El Tari, Kota Ende.

"Namun demikian saat mendatangi Kantor PT PLN Area Flores Bagian Barat guna melakukan registrasi pembayaran rekening listrik pasca bayar mereka ditolak oleh pihak PLN," katanya.

Pihak PLN meminta agar warga segera melakukan migrasi listrik ke pra bayar karena hal itu sudah menjadi kebijakan secara nasional.

Menurut Tasim, penggunaan meteran listrik pra bayar secara ekonomi tidak menguntungkan dirinya karena terasa lebih boros dibandingkan menggunakan meteran pasca bayar.

"Oleh karena itu saya menolak menggunakan meteran pra bayar," ujarnya.

Warga lainnya,  Wahab Daut mengatakan  kebijakan yang diambil manajemen PT.PLN Area Flores Bagian Barat terkesan sepihak dan mengangkangi surat kesepakatan bersama yang pernah dibuat antara PLN dengan warga di tahun 2016. 

Wahab yang terlihat emosoional sambil mengetuk-ngetuk meja mengatakan pihaknya sangat menyayangi sikap dari manajemen PT. PLN secara sepihak tidak melayani pelanggan guna mendapatkan nomor register pembayaran listrik pasca bayar.

Ironinya pada sisi lain pelanggan PLN pasca bayar dipaksak untuk  beralih menggunakan meteran prabayar.

"Padahal secara nasional pemerintah pusat telah meminta kepada warga untuk memilih menjadi pelanggan pra bayar atau pasca bayar," ujar Wahab.

Kedatangan warga di gedung DPRD Kabupaten Ende diterima oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ende, Yulius Cesar Nonga dan Anggota, Megy Sigasare.

Setelah sempat melakukan dialog yang cukup alot,Ketua  Komisi II DPRD Kabupaten Ende, Yulius Cesar Nonga mengungkapkan bahwa Komisi II DPRD Kabupaten Ende siap memfasilitasi warga terkait dengan proses migrasi listrik.

Sementara Manajer bidang transaksi energi UP3 Flores Bagian Barat, Keiserus Djendi, mengatakan Manajemen PT. PLN tidak melakukan pemaksaan ataupun intimidasi juga pemutusan aliran listrik kepada warga yang masih menggunakan meteran pasca bayar.

"Saat ini masih dalam tahap sosialisasi kepada warga yang masih menggunakan meteran pra bayar," ucapnya 

"Sosialisasi itu tidak saja dilakukan melalui aparatur pemerintah di tingkat kecamatan namun dilakukan oleh PT PLN dari rumah ke rumah," lanjutnya.

"Dan, Sosialisasi yang dilakukan saat ini, bagi pelanggan yang masih menggunakan meteran pasca bayar agar beralih menggunakan meteran pra bayar dengan harapan guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga," lanjutnya lagi.

Dia menjelaskan bahwa keberadaan listrik pra bayar bukan hal baru bahkan semua kabupaten di Provinsi NTT minus Kabupaten Ende yang warganya belum semua menggunakan meteran pra bayar.

Oleh karena itu pihaknya menghimbau kepada warga di Kabupaten Ende yang belum menggunakan metean pra bayar agar segera beralih.

"Soal warga yang mengadu ke DPRD Ende itu biasa dalam era demokrasi padahal sebelumnya warga akan diberikan penjelasan saat mereka mendatangi kantor PLN namun warga keburu meninggalkan Kantor PLN menuju ke gedung DPRD Ende," tutupnya.

Pewarta : Romualdus Pius
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV