SUARA INDONESIA

Diundang Peresmian Masjid di Pondok Pesantren Tidak Hadir, Tokoh: Kami Kecewa Pada Bupati Jember

Imam Hairon - 07 November 2021 | 07:11
Peristiwa Daerah Diundang Peresmian Masjid di Pondok Pesantren Tidak Hadir, Tokoh: Kami Kecewa Pada Bupati Jember

JEMBER - Moh.Yoto, salah seorang tokoh santri yang sekaligus alumni Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum, mengaku sangat kecewa dengan Bupati Jember.

Menurutnya, undangan yang semula dilayangkan kepada Bupati Jember untuk meresmikan Masjid Al-Umari di Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono tidak dihadiri dan bupati memilih menghadiri acara lain.

Padahal sebelumnya, diakui Yoto berdasarkan informasi dari pihak Pemkab Jember, Bupati Jember memastikan hadir.

"Undangan itu sudah kami layangkan secara prosedural. Jauh sebelumnya, Humas dan Protokol Pemkab Jember informasinya sudah menjadwalkan serta memastikan datang. Setelah kami siapkan, malah tidak hadir. Kami sangat kecewa pada Bupati Jember," papar Yoto, dengan nada kecewa, Minggu (07/11/2021).

Yoto menceritakan, bahwa ribuan alumni dan wali santri sudah mempersiapkan matang prosesi acara untuk menyambut kedatangan bupati.

"Sampai dibela-belain tidak tidur mempersiapkan semua. Kami, sebagai putra Jember merasa terkesan diabaikan oleh bapaknya, oleh Bupati Jember," imbuhnya.

Yoto juga membeberkan, bahwa ada dari pihak Pemkab Jember yang meminta dan merekomendasikan untuk membeli marmer prasasti, sesuai standart Pemkab untuk peresmian.

"Permintaan mereka kami turuti. Kami pesankan batu marmer sesuai dengan permintaan sana dengan susah payah. Tapi, lagi-lagi membuat kami kecewa," tutur Yoto.

"Andaikan tidak bisa hadir, bisa mendelegasikan wakilnya. Ini tidak ada.Ingat pak, kami juga rakyat anda dan kami juga punya massa jika ada momen pilkada," imbuhnya.

Lebih jauh pria lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember ini mengingatkan, bahwa Bupati Jember adalah pelayan rakyat.

"Tolong ingat janjinya saat kampanye dulu. Katanya pelayan rakyat dan siap datang jika dibutuhkan rakyat, kok malah tidak sesuai dengan janjinya," tegas Yoto, dengan nada berapi-api.

Yoto berharap, pihak Pemkab Jember untuk kedepannya bisa mempertimbangkan matang, untuk jadwal kunjungan.

"Kami ini pesantren, kalau kami total dengan wali santri jumlah kami ribuan. Ingat, anda jadi ada suara kami juga dari santri juga disana, apa kami ini dianggap tidak penting," pungkasnya.

Sampai berita ini ditulis, Humas dan Protokol Pemkab Jember, belum berhasil dikonfirmasi.


Pewarta : Imam Hairon
Editor : Aji Susanto

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV