SUARA INDONESIA

Hampir Gulung Tikar Karena Pandemi, UMKM di Jember Kembali Bangkit

Wildan Mukhlishah Sy - 12 December 2021 | 08:12
Peristiwa Daerah Hampir Gulung Tikar Karena Pandemi, UMKM di Jember Kembali Bangkit

JEMBER-Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Jember, sempat mengalami mati suri akibat dampak pandemi Covid-19.

Selama beberapa bulan terakhir, pelaku UMKM terus mengalami kerugian yang disebabkan oleh sepinya pembeli.

Seperti yang disebutkan oleh salah satu pemilik kafe di Kecamatan Kaliwates Ali Basri. Menurutnya, pandemi membawa dampak yang sangat besar bagi para pelaku usaha, terlebih adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

"Jelas dampaknya sangat besar bagi kami, karena dengan adanya kebijakan itu pengunjung menjadi sepi. Kan tidak boleh kemana-mana," jelasnya, Minggu (12/12/2021).

Sebelumnya dirinya sempat membuka warung kopinya selama dua minggu pertama, namun tidak ada satu pengunjungpun yang datang.

Basri akhirnya memutuskan untuk menutup lapak dagangannya, selama masa diberlakukan PPKM darurat. 

Terkait pendapatan yang diperoleh saat itu, dirinya mengaku, omsetnya bahkan mengalami penurunan hingga 90 persen.

"Ya saya tutup saja dulu, karena sebelumnya sempat buka tapi tidak ada pelanggan. Kalau untuk omset turunnya sampai sekitar 90 persen lah kira-kira," ungkapnya.

Meski demikian, pemilik bisnis kopi tersebut tak ingin jika usahanya harus gulung tikar. 

Untuk itu, dirinya melakukan berbagai upaya demi membangkitkan kembali warung kopi miliknya, salah satunya dengan menawarkan pelayanan pesan antar.

"Ya awalnya mencoba pesan antar, tapi ya tidak seperti sebelumnya. Masih minus untuk pemasukannya," katanya.

Pada akhir September lalu, secara optimis Basri mulai membuka kembali usahanya tersebut dengan harapan longgarnya PPKM darurat dapat mengembalikan para pelanggan lamanya.

Layaknya gayung bersambut, setelah beberapa banyak pelanggan lama yang berdatangan dan menyambut baik usahanya.

"Gak nyangka saya, karena PPKM kan sudah mulai longgar ya saya coba buka lagi. Pas baru buka, ternyata langsung banyak yang datang," ujarnya.

Sementara itu, salah satu produsen kopi kemasan Amaliyah mengaku, baru sejak bulan oktober produk kemasan miliknya kembali mendapatkan pesanan.

Menurutnya, selama ini dirinya harus sementara menghentikan bisnis kopinya dengan beberapa kafe.

"Kemarin sampai kita minta ke kafe-kafe untuk beli produk kita, tapi mereka menolak dengan berbagai macam alasan," ungkapnya.

Hingga akhirnya, Amaliya mencoba menjual produknya melalui e-commerce, alhasil upayanya dapat meningkatkan jumlah pesanannya.

Bahkan, kopi kemasan yang biasanya hanya dibeli oleh masyarakat lokal dan pemilik cafe di Jember, kini telah terjual hingga luar pulau Jawa.

"Alhamdulillah sampai Sulawesi, Aceh dan Jakarta juga," tandasnya.

Kedepan dirinya juga akan memaksimalkan penjualan secara online, untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya