SUARA INDONESIA

Tetap Bergengsi Walau Beda Generasi, Zawawi Imron 'Sihir' Milenial Lewat Syair

Wildan Mukhlishah Sy - 04 January 2022 | 16:01
Peristiwa Daerah Tetap Bergengsi Walau Beda Generasi, Zawawi Imron 'Sihir' Milenial Lewat Syair

JEMBER- Meski terbilang memiliki perbedaan yang cukup jauh dengan generasi muda saat ini, namun penyair bernama lengkap D.Zawawi Imron kembali sukses menyihir kaum milenial dengan berbagai syair yang ditulis dan dibacakannya. 

Seperti yang dirasakan oleh salah seorang mahasiswa asal Lumajang Dwi Sugesti Mega, yang mengikuti kegiatan Orasi Kebudayaan dan Syair Semalam, gelaran Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Senin (3/1/2022). 

Dirinya mengaku, meski hanya sebentar mendengarkan syair yang dibawakan oleh D. Zawawi Imron, namun berhasil membuatnya takjub dengan sejumlah kalimat yang dikemas sebegitu indahnya. 

"Sempet mampir ke kampus, ngasih barang temen. Pas nyampe, sekalian nyempetin nyimak abah Zawawi. MasyaAllah merinding banget. Sayangnya cuman sebentar, tapi gak masalah, ini sudah sangat luar biasa," ungkapnya. 

Bahkan, perempuan yang akrab disapa Mega tersebut kerap kali merasa penasaran dengan formula yang dipakai oleh penyair yang memiliki julukan si Celurit Emas, sehingga karyanya dapat diterima dengan baik di generasi saat ini. 

"Padahal kan beliau beda jauh ya dengan saya dan teman-teman saya. Tapi kita selalu suka dan jatuh cinta sama karya-karya beliau. Enak aja gitu dibacanya, apalagi kalau beliau yang bacakan," lanjutnya. 

Salah satu yang menjadi ikon menurutnya adalah, saat beliau membacakan syair bertajuk koruptor dengan gaya milenialnya. 

"Banyak yang saya suka, tapi memang paling suka yang tentang koruptor itu. Kebetulan juga semalem dengernya yang itu, jadi alhamdulillah sekali. Semoga selanjutnya bisa ikut acara dan bisa ketemu langsung," katanya. 

Sementara itu, penyair tersohor D. Zawawi Imron membocorkan sejumlah hal yang harus diperhatikan, sehingga karyanya tetap bisa diterima oleh berbagai kalangan. 

Menurutnya, selain memiliki kemampuan menulis, bagi seorang penyair daya intelektual yang tinggi dari berbagai ilmu pengetahuan juga sangat diperlukan untuk memperkaya batin. 

Selain itu, penyampaian visi dan misi dalam sebuah karya sastra juga dapat dimodivikasi baik melalui bahasa maupun intonasinya, dengan mengikuti perkembangan zaman. 

"Bagaimanapun, jadi seorang penyair itu selain dia punya kemampuan, daya intelektual, ilmu psikologis, ilmu jiwa juga harus dipahami. Semua itu dibutuhkan untuk memperkaya batin kita," ungkapnya kepada suaraindonesia.co.id 

Pada kesempatan yang sama penyair asal pulau garam tersebut, juga mengajak kaum milenial untuk tidak takut mencoba jika ingin mempelajari syair dan karya sastra lainnya. Menurutnya semua hal dapat dilakukan jika ada kemauan dan kerja keras.

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV