SUARA INDONESIA

Bau Menyengat dari PT SUR 3 di Megaluh Jombang, Ini Penyebabnya 

Gono Dwi Santoso - 19 January 2022 | 14:01
Peristiwa Daerah Bau Menyengat dari PT SUR 3 di Megaluh Jombang, Ini Penyebabnya 

JOMBANG - Muncul aroma yang menyengat yang dikeluhkan oleh warga di sekitar PT Satwa Utama Raya (SUR) 3 , di Desa Balongsari Kecamatan Megaluh ,Kabupaten Jombang , sudah hampir dua bulan membuat warga resah atas bau  yang di duga dari dalam pabrik PT SUR tersebut.

Bau menyengat tersebut dikeluhkan oleh warga yang rumahnya sangat berdekatan dengan pagar dengan PT SUR 3 yang ada di Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang .

Ditemui di kediamannya Kholimah menjelaskan kepada media, Rabu ( 19/0/2022) tentang bau menyengat dari PT SUR tersebut.

"Bau nya itu sangat menyengat sekali , juga tidak sedap  membuat kita mual mau muntah, hal ini sudah terjadi 1(satu) bulan  lebih," terangnya.

Kholimah juga menceritakan bahwa sumber bau tersebut berasal dari sumur bangkai yang berupa kolam besar untuk membuang bangkai ayam yang mati.

"Sumur bangkai yang di maksud berada di dalam area PT SUR 3 Balongsari," bebernya.

Warga yang bertempat tinggal berdekatan dengan PT SUR 3, berharap pihak perusahan segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi persoalan tersebut.

Dirinya mengaku pada saat lebaran pihak perusahaan pasti membagikan telur sebanyak 20 butir per Keluarga, hal itu dirasa tidak sebanding dengan polusi udara yang di rasakan selama ini.

"Kami semua warga disini merasa terganggu dengan bau yang menyengat tersebut , karena bau itu membuat dada kami merasa sesak dan mau muntah," terangnya kepada media saat di konfirmasi.

Nanik menambahkan pihak perusahaan cuma memberikan  1(satu) tahun sekali memberi kompensasi ke kami berupa telur 18 butir  yang dibagikan oleh Pak RT setempat.

Dikonfirmasi terpisah Kades Balongsari, Nurwakid menjelaskan ke media Suara Indonesia.co.id, bahwa pihaknha telah berkali-kali menyampaikan hal itu ke pihak perusahaan.

"Tapi sampai sekarang usaha itu belum berhasil, saya sempat menyarankan agar sumur atau kolam bangkai itu di tutup saja tapi hal itu juga belum di laksanakan," ucap Nurwakid.

Padahal menurut aturan seharusnya bangkai ayam dapat dikremasi atau di kubur karena karater tanah disekitar lokasi merupakan tanah lapak yang membuat air sangat sulit  meresap.

"Harapan saya agar perusahaan dari PT SUR segera menemukan solusi terkait permasalahan ini , kasihan warga yang terdampak," tutupnya.

Pewarta : Gono Dwi Santoso
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya