SUARA INDONESIA

Segera Dibangun, Pabrik Pupuk Organik Dinilai Dapat Bunuh Kreatifitas Petani Jember

Wildan Mukhlishah Sy - 19 January 2022 | 17:01
Peristiwa Daerah Segera Dibangun, Pabrik Pupuk Organik Dinilai Dapat Bunuh Kreatifitas Petani Jember

JEMBER-Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pupuk di kalangan petani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, berencana untuk membangun pabrik pupuk organik, yang dapat memproduksi tiga sampai lima ton pupuk dalam satu hari.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jawa Timur Jumantoro menilai, pendirian pabrik pupuk organik dapat membunuh kreatifitas petani di Kabupaten Jember, terutama yang selama ini telah mampu memproduksinya secara mandiri.

“Kita taulah, petani kita itu sudah bisa untuk membuat pupuk organik sendiri. Apalagi kan dari dulu juga sudah sering sekali ada pendampingan tentang cara-cara membuat pupuk organik,” katanya.

Meski demikian Jumantoro menegaskan, pihaknya tetap mendukung setiap upaya pemerintah dalam mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Jember.

Namun, dirinya menilai pembangunan pabrik pupuk organik bukan hal yang harus diprioritaskan dalam sektor pertanian saat ini, karena kelangkaan pupuk yang dialami oleh petani adalah jenis pupuk kimia. 

Alih-alih mendirikan pabrik tersebut, dirinya meminta agar pemerintah sebaiknya mengambil langkah untuk melakukan pendampingan secara serius kepada petani, mengenai pra produksi hingga pemasaran pupuk organik. Sehingga nantinya juga dapat meningkatkan, perekonomian di pedesaan.

“Lebih baik petani itu didampingi secara serius, karena dari dulu hanya sekedar pelataihan saja. Setelah itu ditinggal, tidak diurus. Kalau petani benar-benar diedukasi secara serius dan terus didampingi tentang pengelolaan hingga pemasarannya, ini kan juga bisa meningkatkan taraf perekonomian mereka. Khususnya bagi yang di daerah pedesaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jember Imam Sudarmaji menyebutkan, saat ini pihaknya tengah melakukan survei investigasi desain (SID) untuk bangunan pabrik, serta memetakan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang diperlukan.

“Dalam hal ini, kita masih pada tahap SID untuk survey desain bangunan gedungnya, terus juga alsintan apa saja yang dibutuhkan nanti,” jelasnya, Rabu (19/1/2022).

Karena bahan baku produksi merupakan kotoran, menurut Imam nantinya untuk supplier, pihaknya akan bekerjasama dengan anggota kelompok petani yang juga memiliki ternak. 

“Jadi kotoran dari petani dan peternak itu dibeli, nanti diolah kemudian dikembalikan lagi kepada petani,” lanjutnya.

Dirinya menambahkan, saat ini sudah ada sejumlah lokasi yang akan menjadi cikal bakal pabrik pupuk di Kabupaten Jember, diantaranya di Kecamatan Silo dan Wuluhan.

“Kita harapannya memang setiap kecamatan nantinya akan ada,” pungkasnya.

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya