SUARA INDONESIA

Mindo Sianipar Komisi IV DPR RI Serap Aspirasi Di Kota Madiun

Prabasantosa - 16 April 2022 | 20:04
Peristiwa Daerah Mindo Sianipar Komisi IV DPR RI Serap Aspirasi Di Kota Madiun

MADIUN- Ir. Mindo Sianipar Komisi IV anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melakukan serap aspirasi atau Reses pada Sabtu, (16/4/2022). 

Sosialisasikan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara dilaksanakan di Kota Madiun. 

Sosialisasi pemateri dalam serap aspirasi menghadirkan Mindo Sianipar secara Virtual berada di kota Dapil lainya. Sedangkan pemateri ditempat, Ketua DPC PDI Perjuangan Anton,  Sekretaris DPC Heri Supriyanto dan Indriani dosen dari Universitas PGRI Madiun (UNIPMA)  Kota Madiun. 

Sosialisasi mengusung tema 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara dihadiri oleh perwakilan PDI Perjuangan Kota Madiun dan tokoh masyarakat. 

Mindo Sianipar saat disosialisasi resesnya secara virtual mengungkapkan, tugas  konstitusional sebagai DPR berkewajiban untuk memberikan pemahaman nilai nilai luhur 4 pilar. 

"Diantaranya Pancasila, Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika," ungkapnya. 

Narasumber Indriani, memaparkan kepada konstituennya Mindo Sianipar terkait NKRI. Diantaranya terkait makna negara kesatuan republik indonesia, bentuk negara dan pemerintahan NKRI, serta  latar belakang dan tujuannya. 

Sementara ketua DPC PDI Perjuangan Anton Kusumo mengatakan kepada SuaraIndonesia.co.id, sebagai kader dari PDIP sangat mengapresiasi serap aspirasi dari komisi IV DPR RI Fraksi PDIP. 

Yang mana masyarakat bisa mengetahui dan memahami 4 Pilar. 

"Berharap dengan sosialisasi kali ini masyarakat semakin mengerti dan tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita Hoax yang bisa memecah belah anak bangsa," jelasnya. 

Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDIP Kota Madiun Anton Kusumo menambahkan,  Radikalisme sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI. Untuk itu harus diperangi dan dimusnahkan. Karena radikalisme dinilai kurang lebih anti terhadap Ideologi Pancasila dan UUD 1945. 

"Iya sebab aksi-aksi kekerasan baik kolektif maupun individual yang mengarah ke pada terorisme maupun ekstrimisme lainya dapat merugikan negara yang tentunya berdampak kepada masyarakat," pungkasnya. (Ery Pramudya)

Pewarta : Prabasantosa
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya