SUARA INDONESIA

Tragedi Water Park Kenjeran, Pengelola Menduga Pengunjung Salahi Aturan, Keluarga Korban Kecewa Pernyataan Itu

Lukman Hadi - 08 May 2022 | 12:05
Peristiwa Daerah Tragedi Water Park Kenjeran, Pengelola Menduga Pengunjung Salahi Aturan, Keluarga Korban Kecewa Pernyataan Itu

SURABAYA - Pihak pengelola Water Park Kenjeran akhirnya angkat bicara terkait insiden ambruknya perosotan kolam renang yang mengakibatkan 16 korban luka-luka.

Sudah diketahui bersama, peristiwa nahas ini terjadi masih dalam suasana libur Hari Raya Idul Fitri, tepatnya Sabtu (7/5/2022) kemarin.

Sebagai perwakilan, Kepala HRD Kenjeran Park Surabaya, Bambang Irianto mengakui pada saat kejadian memang wahana kolam renang sedang ramai pengunjung.

Ia juga mengatakan apabila pihaknya sudah menerjunkan petugas untuk memantau para pengunjung di area kolam renang.

Ia menyebutkan pemicu ambruknya perosotan karena pengunjung diduga melanggar aturan yang mana itu mengakibatkan kelebihan beban.

"Untuk yang di bawah sudah ada penjaganya, di atas (juga) ada penjaganya. Namun rata-rata pengunjung inginnya kalau meluncur ke bawah bersama-sama, tidak mau satu-satu. Nah mungkin ini yang menyebabkan overload lalu brol (ambrol) itu," kata Bambang.

Ia menjelaskan bahwa peraturan penggunaan wahana perosotan kolam renang maksimal 5 orang. "Jika 5 orang sudah meluncur ke kolam, petugas baru memperkenankan 5 orang yang lain untuk meluncur," jelasnya.

Namun, kata dia, sesaat sebelum perosotan ambruk nyatanya belasan orang justru menggunakan perosotan secara bersama-sama.

"Di situ 5 sampai 10 orang. Tapi ini lebih, biasanya berhenti di bawah 5, terus 5 meluncur. Jadi tidak bersama-sama," terangnya.

Kendati demikian, ia meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya perosotan kolam renang Water Park Kenjeran.

Sementara Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni berpendapat jika bagaimanapun pihak Kenjeran Park harus bertanggung jawab penuh terhadap para korban.

Meski pihak Kenjeran Park telah mengeluarkan pernyataan dugaan sementara penyebab ambruknya perosotan, Fathoni tetap meminta kepolisian terus melakukan penyidikan secara menyeluruh karena sudah menyangkut insiden publik.

"Apakah ada unsur kelalaian pengelola atau tidak, mengingat sudah ada korban jiwa," tegas Fathoni, Minggu (8/5/2022).

Di samping itu, ia mendesak pemerintah kota untuk melakukan audit menyeluruh terhadap Water Park terlepas dikelola swasta.

"Apakah semua wahana permainan sudah memenuhi unsur laik pakai atau tidak. Hasil dari audit tersebut menentukan apakah pemkot masih memberikan izin operasional atau mencabut izin operasionalnya," bebernya.

Sebelumnya, salah seorang keluarga korban, Mahfudz merasa kecewa atas pernyataan pihak Kenjeran Park yang seakan menyalahkan pengunjung.

"Saya sangat kecewa ketika membaca berita yang mana pihak Kenjeran Park malah terkesan 'cuci tangan' dengan menyalahkan pengunjung di sana (Waterpark). Ini sangat ironis sekali!" ucapnya kepada suaraindonesia.co.id, Sabtu (7/5/2022) malam.

Mahfudz menyampaikan jika 3 orang keponakannya menjadi korban atas insiden ambruknya perosotan Water Park Kenjeran.

Pewarta : Lukman Hadi
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya