SUARA INDONESIA

Direktur Pengembang Properti Ternama di Kota Batu, Diduga Tipu Pembelinya

Bahrullah - 04 June 2022 | 19:06
Peristiwa Daerah Direktur Pengembang Properti Ternama di Kota Batu, Diduga Tipu Pembelinya

JEMBER - SY (inisial) direktur utama salah satu perusahaan pengembang properti perumahan ternama di Kota Batu, Malang diduga melakukan penipuan terhadap pembelinya.

Adapun korbannya adalah IHR (nama Inisial), warga Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Pernyataan itu, disampaikan oleh kuasa hukum korban Ihya Ulumuddin, SH, MH saat memberikan keterangan persnya, Sabtu (04/06/2022) malam.

Menurut Udik sapaan akrabnya, modus operandi dugaan penipuan itu adalah transaksi pembelian satu unit rumah yang beralamat di Cluster Blue Saphire Desa Sumbersekar, Kabupaten Malang.

Mewakili kliennya Udik menyampaikan, bahwa pembelian itu senilai Rp 522.000.000 (lima ratus dua puluh dua juta rupiah) dibayar tunai. 

Hal itu sebagaimana tertuang dalam kwitansi bermatrai Nomor CC65-91 dan surat perjanjian jual beli yang ditandatangani terduga diketahui notaris.

"Itu hasil penjualan saham perusahaan dan dibarter dibelikan satu unit rumah dengan tunai senilai Rp 522.000.000 sebagaimana tertulis di kwitansi," bebernya.

Anggota aktif (Perhimpunan Advokat Indonesia) Peradi Jember ini menerangkan, isi perjanjian yang dituangkan dalam surat perjanjian jual beli itu, diketahui oleh Notaris Dian Oktaviani, SH, MKn, tertanggal 8 Agustus 2020.

Adapun isinya, memuat kesepakatan kalau pihak pengembang akan memproses dan menyelesaikan sertipikat itu paling lama enam bulan.

"Namun, hampir dua tahun sertipikat itu tidak kunjung diterbitkan dan pihak pengembang kurang kooperatif saat diajak komunikasi," ujarnya.

Advokat alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember tahun 2004 ini menyampaikan, bahwa kliennya sudah mencoba melakukan negosiasi secara kekeluargaan dengan beberapa opsi.

Namun, pihak pengembang tidak kunjung ada tindak lanjut dan etikat baik sehingga menimbulkan kerugian terhadap kliennya.

"Maka dari itu, kami bermaksud akan melakukan somasi kepada terduga dan kami tembuskan ke polres setempat. Agar, ada tindak lanjut memberikan ganti rugi dan mengembalikan uang sebagaimana tertera dalam kwitansi," tegasnya.

Udik menilai, apa yang dilakukan pelaku adalah tindakan melawan hukum dan berpotensi bisa diproses secara pidana.

"Kami masih berikan tenggat waktu, untuk menyelesaikan. Kalau nanti tetap tidak diindahkan, kami akan lanjutkan lewat proses hukum dengan bukti-bukti yang menguatkan," tegasnya.

Akibat kejadian itu, udik merinci, kerugian yang dialami kliennya baik materi dan imateri senilai ratusan juta rupiah.

Sampai berita ini ditulis, pihak perusahaan pengembang perumahan Blue Saphire belum berhasil dikonfirmasi.



Berita Butuh Verifikasi dan Tindak Lanjut

Pewarta : Bahrullah
Editor : Ambang Hari

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya