SUARA INDONESIA

Seorang Gadis di Cilacap Diduga Dicabuli Oknum Guru SD

Agus Sulistya - 21 July 2022 | 17:07
Peristiwa Daerah Seorang Gadis di Cilacap Diduga Dicabuli Oknum Guru SD

CILACAP - Seorang gadis berinisial FBY (17) di Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh seorang oknum guru Sekolah Dasar (SD) berinisial AF (40). 

Peristiwa tersebut terungkap saat korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya yakni ayah korban berinisial IWN. 

Menurut keterangan IWN selaku orang tua korban, bermula saat kecurigaannya melihat perilaku sang anak yang tiba-tiba berubah, FBY kini menjadi pemurung dan mudah emosi tak seperti biasanya. Bahkan ia juga memutuskan untuk mogok dari sekolah. 

Melihat perilaku sang anak yang tiba-tiba berubah, ayah korban pun kemudian berusaha mengintrograsi anaknya hingga kemudian mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan dialami oleh anaknya tersebut. 

Ayah korban kemudian menceritakan kronologi kejadian pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut kepada anak perempuannya. 

"Berdasarkan pengakuan anak saya, pelaku melakukan aksi pencabulan pada hari Selasa tanggal 12 Oktober 2021. Saat itu anak saya sedang menjemput adiknya yang bersekolah di SD Negeri Kawunganten kelas 1 SD," ungkap IWN kepada wartawan, Rabu (20/7/2022). . 

Kemudian, tanpa sengaja korban bertemu dengan oknum guru AF tersebut yang merupakan mantan guru dari FBY saat bersekolah di SD tersebut. Pelaku saat itu sempat bersalaman dan meminta no WhatsApp korban. 

Namun, pada saat korban akan pergi, tiba-tiba oknum guru tersebut menariknya ke dalam ruang kelas kosong dengan tujuan akan berbuat cabul. 

"Anak saya ditarik masuk ke dalam ruang kelas. Setelah pintu ditutup, terus anak saya didorong ke pintu dan guru itu kemudian menciumi anak saya dan tangannya memegang kedua payudara dan meraba-raba paha anak saya," bebernya. 

Dan saat akan memegang alat vital, si korban berusaha melawan. Namun, pelaku tetap berusaha melakukan pencabulan, hingga akhirnya korban memukul pelaku. Si korban pun lantas kemudian pergi meninggalkan pelaku. 

Atas kejadian tersebut, korban mengalami trauma dan terganggu psikisnya. Orang tua korban juga sempat membawanya ke ahli psikologi. 

Diketahui, orang tua korban sudah melapor kejadian tersebut ke pihak sekolah dan Polsek Kawunganten, bahkan hingga ke Polres, namun belum ada tindaklanjut, sementara oknum guru tersebut masih bebas beraktivitas. 

Kendati demikian, pihak keluarga korban tidak tinggal diam dan berinisiatif meminta bantuan kuasa hukum atau pengacara untuk mengusut kasus yang menimpa anaknya agar segera tuntas. 

"Saya ingin pelaku segera diproses dan dihukum seberat-beratnya," ucap ayah korban kepada wartawan. 

Terpisah, Deny Indriawan selaku kuasa hukum keluarga korban menyatakan, pihaknya fokus terhadap laporan orang tua korban kepada pihak kepolisian yang menduga adanya tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru SD terhadap anaknya. 

"Kita akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas dan proses hukum yang sudah berjalan ini agar benar-benar dijalankan dengan baik dan hukum benar-benar ditegakkan, jangan sampai pelaku dibiarkan," tegasnya, Kamis (21/7/2022). 

Apabila dugaan terhadap pelaku kuat dan terbukti, ia berharap agar diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Dan saya meminta pihak sekolah maupun dinas terkait segera mengambil sikap tegas terhadap si pelaku," pungkas Deny.

Pewarta : Agus Sulistya
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya