SUARA INDONESIA

Kebakaran di Bondowoso Diduga Tempat Penimbunan Solar, Polda Jatim Turunkan Tim Labfor

Bahrullah - 05 August 2022 | 15:08
Peristiwa Daerah Kebakaran di Bondowoso Diduga Tempat Penimbunan Solar,  Polda Jatim Turunkan Tim Labfor


SUARA INDONESIA - Laboratorium Forensik(Labfor) Polisi Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terus melakukan penyelidikan terkait dengan peristiwa kebakaran diduga tempat penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Desa Silolembu, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso.

Labfor Polda Jatim juga sudah menurunkan tim ke tempat lokasi kejadian kebakaran yang diduga tempat penimbunan Solar di Desa Silolembu.

Hal itu sebagai disampaikan oleh Sub Direktorat Penerangan Masyarakat (Kasubdit Penmas) Polda Jatim AKBP. M. Sinwan, pada media, Jumat (5/9/2022).

Lebih lanjut, AKBP. M. Sinwan menerangkan, Tim Labfor Polda Jatim telah mengambil sampel sisa arang abu kebakaran yang diduga tempat penimbunan solar tersebut.

"Saat ini sampel abu bekas kebakaran sudah diteliti, hanya saja kita masih menunggu hasilnya penyelidikan dari tim Labfor Polda Jatim ," ujarnya.

Seperti telah diberikan sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di sebuah rumah di RT 05, RW 02 Desa Silolembu, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, kemarin Selasa (25/7/2022) malam. Rumah itu diduga kuat menjadi sebuah tempat 'penimbunan' BBM jenis solar.

pasca kejadian itu keesokan harinya Polres Bondowoso langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dalam olah TKP itu, tim penyidik Polres Bondowoso dan Polsek Curahdami turun langsung ke lokasi kejadian.

Saat dilakukan olah TKP di tempat itu Polisi menemukan kerangka 2 mobil truk yang sudah dimodifikasi menjadi truk tandon seperti penampungan air sudah hangus terbakar oleh si jago merah.

langsung, benda-benda sisa yang terbakar berupa mesin pompa, pipa air, termasuk diantaranya kerangka box yang terbuat dari besi, serta empat tandon platik, yang drum besi sudah hangus terbakar. Bahkan ada pula salah satu drum diantaranya masih berisi solar.

AKBP Wimboko Kapolres Bondowoso mengatakan, saat ini masih melakukan pendalaman, sebab segala kemungkinan masih dapat terjadi.

"Ada semacam tandon air. Tapi kami belum tau isinya apa," kata AKBP Wimboko pada media, Rabu (27/7/2022).

Lebih lanjut, Wimboko menerangkan, belum ada penetapan tersangka, saat ini beberapa barang bukti seperti 2 unit mobil yang hangus terbakar dan beberapa barang lainnya sudah diamankan di Mapolres Bondowoso untuk dilakukan penyelidikan.

Dia mengakui, dari penyelidikan yang sudah dilakukan, api diduga berasal dari percikan pompa penyedot air yang mengalami konsleting, dan kemudian menyambar ke barang di sampingnya, dan menjalar ke tempat 'penimbunan' solar.

Dia menjelaskan, pemilik rumah tersebut bernama Mustafa, yang merupakan purnawirawan TNI. Hanya saja polisi masih melakukan pendalaman apakah rumah tersebut disewakan atau digunakan secara pribadi untuk menyimpan BBM.

"Kami terus mendalami kasus ini, kami terus memanggil orang-orang terkait. Karena driver nya juga masih DPO," terangnya.

Ia menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

"Data sementara, akibat dari kebakaran ini, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 600 juta," tutupnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Selolembu, Ahmad Basuki menambahkan, bahwa dirinya baru tahu jika di desanya ada tempat penimbunan BBM jenis solar setelah terjadi kebakaran hebat tersebut.

“Saya tahunya setelah kejadian,” akunya Kades pada media.

Namun ketika ditanya perihal pemilik BBM Solar yang disebut-sebut ditimbun?. Basuki mengaku juga tidak tahu siapa pemiliknya.

Menurutnya, selama ini pemiliknya sangat tertutup pada pada pemerintah, bahkan tidak pernah ada klarifikasi soal mobil yang keluar masuk dari tempat kebakaran itu.

Hanya saja Basuki mengatakan, sebelum terjadi kebakaran informasi dari masing-masing Kepala Dusun dan laporan warganya memang ada truk-truk keluar masuk di rumah tersebut yang diduga mengangkut solar.

“Siapa pemilik BBM Solar itu, saya tidak tahu, karena tidak ada pemberitahuan terhadap pemerintah desa setempat,” pungkasnya***

Pewarta : Bahrullah
Editor : Bahrullah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya