SUARA INDONESIA
Banner

Berbulan-bulan Digembok, Pintu Masuk Klenteng Tuban Akhirnya Dibuka

TUBAN - Setelah beberapa bulan Konflik kepengurusan Tempat Ibadah Tri Darma (TITD), Klenteng Kwan Sing Bio, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hingga terjadinya penggembokan pintu masuk yang berlangsung sejak Juli 2020 hingga saat ini akhirnya dibuka, Minggu, (25/10/2020).

Pembukaan gembok pintu masuk Klenteng tersebut dilakukan oleh tiga tokoh nasional dari Jawa Timur. Masing-masing Alim Markus, Sudomo Mergonoto, dan Afandi (Wifan). 

Alim Markus mengatakan, kedatangannya di Klenteng Tuban ini untuk menyelesaikan konflik kepengurusan Klenteng dan membuka gembok pintu pagar agar segera bisa digunakan untuk sembahyang. 

Setelah dibukanya Klenteng ini kembali, diharapkan tidak ada lagi konflik yang bersifat pribadi namun mengorbankan kepentingan umat. 

"Sebelumnya kita sudah laporan ke Jawa Timur. Setelah Klenteng dibuka, tidak boleh lagi ada penggembokan yang justru mengorbankan orang lain," jelas bos Maspion Group ini.

Ditempat yang sama, Sudomo Mergonoto menjelaskan, untuk sementara kepengurusan Klenteng ini diserahkan kepada pihak yang netral. Sedangkan dari kedua kubu yang konflik tidak boleh andil dalam kepengurusan. 

"Jadi sementara kami akan membenahi Klenteng ini hingga ada titik yang bisa mendamaikan mereka. Karena Klenteng ini bukan milik pribadi, melainkan milik seluruh umat," ujar owner PT Kapal Api. 

Adapun proses hukum dari kedua kubu yang masih berjalan akan coba dimediasi oleh ketiga tokoh tersebut secara kekeluargaan.

"Semua akan kita rundingkan dengan cara duduk bersama secara kekeluargaan. Semoga konflik Klenteng ini segera selesai," tambahnya.

Mantan Ketua Umum Klenteng Kwan Sing Bio, Gunawan Putra Wirawan mengatakan, bertepatan dengan hari dimana Kongco mencapai kesempurnaan, tiga tokoh Jawa Timur membuka gembok Klenteng Kwan Sing Bio ini. 

"Langkah yang diambil tiga tokoh ini sangat bagus. Mulai hari ini Klenteng dibuka untuk seterusnya," paparnya. 

Meski sebagai mantan ketua harian, Gunawan mengaku prihatin dengan adanya konflik yang belum ditemukan titik temu ini. Maka itu, ia meminta agar segera ada pemilihan pengurusan baru, sehingga tidak lagi masalah di Klenteng terbesar se Asia Tenggara ini. 

Sementara itu, Penilik Klenteng, Alim Sugiantoro, sangat senang dengan dibukanya gembok pintu Klenteng yang dilakukan oleh tiga tokoh ini. Apalagi TITD merupakan aset pemerintah, sehingga harus dihormati.

"Sebenarnya sengketa Klenteng ini tidak ada. Tapi sekarang kita serahkan semuanya kepada mereka, sehingga kedamaian ini bisa kembali seperti sediakala," kata Alim. 

Klenteng Kwan Sing Bio Tuban telah dibuka, bagi umat yang mau beribadah atau masyarakat yang berkenan mengunjungi Klenteng terbesar se Asia ini dipersilahkan. Namun, harus tetap menerapkan protokol kesehatan. 

"Sekarang sudah buka terus, tapi karena ini masih masa Covid-29, jadi bagi pengunjung wajib menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan lainnya," pungkasnya. 

Seperti diketahui, konflik Klenteng Tuban terjadi karena adanya kepengurusan baru yang dibentuk dan dinilai melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), sesuai keputusan Pengadilan Negeri No 11/Pdt.G/PN Tbn tanggal 15 Juni 2020 dan No 11/Pdt.G/PN Tbn tanggal 30 Juli 2020.

Keputusan dari pengadilan itu menurut Alim harus dipatuhi. Namun, hal itu justru berbuntut konflik antara pengurus demisioner dan pengurus baru yang mengakibatkan klenteng digembok dari luar, sehingga umat tidak bisa beribadah. (Jun/Imm) 

Apa Reaksi Anda?