SUARA INDONESIA

Dramatis, Ibu Pecah Ketuban di Banyuwangi Dievakuasi Pakai Truk

Muhammad Nurul Yaqin - 30 December 2021 | 20:12
Peristiwa Nasional Dramatis, Ibu Pecah Ketuban di Banyuwangi Dievakuasi Pakai Truk

BANYUWANGI- Mayda Yunitasari (25), seorang ibu mau melahirkan, terpaksa dievakuasi menggunakan truk pada Kamis (30/12/2021). Saat itu kondisinya mengkhawatirkan, sebab air ketubannya pecah.

Ibu yang masih pertama kali mau melahirkan ini merupakan warga Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

Anang Fauzi, Anggota Relawan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Sarongan yang turut membantu evakuasi, menceritakan betapa dramatisnya pada saat itu.

Kata Fauzi, ibu mau melahirkan ini berlangsung pukul 10.00 WIB di kediamannya. Saat itu ketubannya telah pecah. Akhirnya dievakuasi untuk pertolongan pertama menggunakan truk sekitar pukul 11.00 WIB.

"Evakuasi pertama pakai truk, karena mobil siaga Sukamade sedang dipakai ke bawah. Akhirnya janjian dan ketemuan di pos terakhir Sukamade. Setelah bertemu mobil siaga di pos, lalu dioper dan langsung menuju (Posyandu) Balai Desa Sarongan, untuk penanganan pertama," ucap Fauzi.

Setelah mendapat konfirmasi dari Posyandu, ibu pecah ketuban ini kemudian dirujuk ke Puskesmas Sumberagung. Ia dibawa menggunakan mobil ambulan desa.

"Di Puskesmas Sumberagung, Mayda melahirkan. Proses kelahiran bayi juga lancar. Alhamdulilah kondisi ibu dan anak selamat dan sehat," ungkapnya.

Fauzi menyebut, jarak dari Sukamade ke pelayanan kesehatan kurang lebih ada 15 kilometer. Meski di dusun setempat sudah ada tenaga kesehatan. Namun karena kondisi ibu sudah pecah ketuban, akhirnya dilarikan ke Puskesmas terdekat.

"Kalau di Sukamade, sebenarnya ada pak Mantri yang sudah terbiasa menangani dan bidan. Tapi melihat si ibu ketuban pecah langsung dibawa ke bawah," ungkapnya lagi.

Adanya peristiwa tersebut, masyarakat Sukamade yang lebih dari 300 KK ini berharap ada fasilitas kesehatan di wilayah setempat. Termasuk kemudahan akses jalan bagi warga.

"Karena yang paling vital akses jalan. Sempat tahun 2018 ada yang meninggal gara-gara terkendala jalan. Pada saat itu juga waktu banjir. Akhirnya ibunya (mau melahirkan) tidak bisa diselamatkan. Sedangkan anaknya selamat," curhatnya.

Fauzi menambahkan, sebenarnya di depan Kantor Balai Desa Sarongan sudah membangun rumah bersalin untuk ibu melahirkan. Termasuk Puskesmas Pembantu juga tersedia. Sayangnya pembangunan fasilitas kesehatan ini belum selesai.

"Rumah bersalin di dekat Balai Desa Sarongan sekarang ada, termasuk Puskesmas Pembantunya  sudah ada sejak dulu di dekat balai desa. Cuma, disana pembangunan belum selesai," pungkas dia. (*)

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV