SUARA INDONESIA
Banner

Akademisi Banyuwangi Ajak Masyarakat Ciptakan Pilkada yang Bermartabat

BANYUWANGI- Akademisi mengajak warga Banyuwangi menciptakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun ini tidak hanya bermartabat tetapi juga terhormat.

Hal ini diutarakan dosen akademisi STAI Darul Ulum Banyuwangi, Fajar Isnaeni saat dikonfirmasi Suara Indonesia, Sabtu (21/11/2020) malam.

"Jangan nodai dengan kampanye hitam karena hanya mencederai arti demokrasi sesungguhnya, siapapun pemenangnya kita berharap memenangkan hati rakyat dengan cara fair dan elegan," pinta Wakil Ketua PC ISNU Banyuwangi ini.

Belum lama ini, kata dia, bermunculan kampanye hitam atau black campaign yang tidak seharusnya dilakukan jelang pesta demokrasi pada Pilkada Banyuwangi.

Menurut dia, kampanye hitam sudah sangat jelas diatur dalam Undang-Undang Pemilu dan pelakunya bisa dikenakan sanksi bahkan saksi pidana, sesuai Pasal 280 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.

"Beberapa poin dari Pasal 280 ayat (1) tersebut mengatur larangan kampanye hitam, yang terkait dengan menghina seseorang atau sara," jelasnya.

Seharusnya, lanjut Fajar, akan lebih bermanfaat apabila memberikan rakyat tawaran program dari visi misi yang sudah disiapkan dan mencerahkan pola pikir rakyat dengan gerakan politik cerdas.

"Jadi berkampanye yang mengedepankan visi misi dan program calon adalah cara terbaik memberikan pendidikan politik bagi masyarakat,” ungkapnya.

"Untuk itu mari kita jadikan Pilkada Banyuwangi menjadi Pilkada yang bermartabat dan terhormat," tandasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?